Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Saham Apple, Amazon dan Facebook Rontok, Zuckerberg Sebut Dalam Kondisi Perang

PT.Bestprofit - Indeks bursa saham AS rontok pada Senin (19/11/2018) waktu setempat.
Ini disebabkan saham sejumlah raksasa teknologi berguguran.

Selain itu, kekhawatiran terkait tekanan perdagangan global juga menekan pasar saham.
Dikutip dari CNBC, Selasa (20/11/2018), indeks saham Dow Jones Industrial Average ambrol 400 poin, disebabkan merosotnya saham Apple.

Sementara itu, indeks S&P 500 menukik 1,45 persen lantaran saham sektor teknologi tertekan 3,3 persen.
Adapun indeks saham Nasdaq Composite jatuh 2,5 persen, karena saham Amazon melemah 3,9 persen.
Saham Apple menjadi penyebab anjloknya saham sektor teknologi setelah ada laporan yang diwartakan The Wall Street Journal bahwa perusahaan itu memangkas jumlah pesanan iPhone baru yang dirilis tahun ini.
Saham Apple jatuh lebih dari 3,5 persen.
Laporan lain yang dirilis The Wall Street Journal menyebut pula bahwa Facebook Mark Zuckerberg'>CEO Facebook Mark Zuckerberg mengadopsi gaya manajerial yang lebih agresif.
Zuckerberg disebut mengatakan kepada 50 eksekutif topnya bahwa Facebook dalam kondisi perang lantaran menghadapi tekanan dari penegak hukum, investor, dan pengguna.


Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Ketika Saham Apple, Amazon dan Facebook Rontok, Zuckerberg Sebut Dalam Kondisi Perang,




"Ini akan membutuhkan perbaikan di (sektor) teknologi. Saya rasa kita akan melihat pelemahan hingga akhir tahun. Saya pikir saham yang melemah masih akan menghadapi tekanan aksi jual," ujar Greg Luken, CEO Luken Investment Analytics.
Sektor teknologi mencatat kinerja terbaik di indeks S&P 500 pada tahun 2017 lalu dan mencatat kinerja terbaik kedua pada tahun 2018.
Namun, sektor teknologi anjlok lebih dari 10 persen dari level tertingginya dalam setahun terakhir.
Saham-saham teknologi juga anjlok pada Senin setelah Wakil Presiden AS Mike Pence dalam pidatonya pada Minggu (18/11/2018) menyebut tidak akan ada akhir dari penerapan tarif impor terhadap produk dari China senilai 250 miliar dollar AS kecuali ada perubahan dari sisi China.
Pence menyatakan hal itu pada pertemuan APEC di Port Moresby, Papua Nugini.
Pernyataan Pence tersebut menyusul pernyataan Presiden Donald Trump bahwa ia tidak akan menerapkan tarif lanjutan terhadap impor produk-produk dari China.

Manajer strategi di TD Ameritrade Shawn Cruz mengungkapkan, katalis utama bagi pasar saat ini adalah kekhawatiran terkait perdagangan AS-China.
"Ini menjadi pendorong utama dan ini yang terlihat pada (saham-saham sektor) teknologi. Perusahaan-perusahaan ini menjadi yang terdepan dalam diskusi AS-China," sebut Cruz.


Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Ketika Saham Apple, Amazon dan Facebook Rontok, Zuckerberg Sebut Dalam Kondisi Perang,
sumber:aceh.tribunnews.com






Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)