Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Polisi Sulit Dekati Pulau Tempat Misionaris AS Tewas Dipanah

Polisi Sulit Dekati Pulau Tempat Misionaris AS Tewas Dipanah Ilustrasi (Istockphoto/Norimoto)
 
PT.Bestprofit -- Petugas kepolisian India berusaha menemukan jenazah seorang petualang dan misionaris Kristen asal Amerika Serikat, John Allen Chau. Chau kabarnya dibunuh oleh suku pedalama di sebuah pulau Sentinel Utara, pulau terpencil di Samudera Hindia.

Pihak berwenang mengatakan bahwa mereka mengandalkan para ahli antropologi untuk mendekat ke lokasi kejadian. Petugas kepolisian juga menggunakan helikopter dan kapal untuk mendekati pulau tersebut, namun mereka gagal menemukan mayat Chau (27) atau mengidentifikasi tempat pembunuhan.

"Agar menemukan gambar yang lebih baik dan lebih jelas. Petugas kepolisian dikirim ke perairan pulau Sentinel Utara," kata Direktur Jenderal Kepolisian Andaman dan Nikobar, Dependra Pathak kepada AFP.


 
Pada pekan lalu, Chau tewas akibat tertembak busur panah oleh sekelompok pemburu suku Sentineles setelah dirinya pergi secara diam-diam untuk mengajarkan ajaran nasrani ke pulau itu.

Sebanyak tujuh orang termasuk enam nelayan telah ditangkap karena mengantarkan Chau masuk ke pulau itu.

Polisi sangat berharap jika para nelayan dapat memberikan lebih banyak petunjuk ke lokasi kejadian Chau terbunuh.

"Mereka akan diinterogasi pada berbagai aspek dari kasus itu termasuk urutan kejadian, rute laut untuk menuju pulau, lokasi korban tiba, tempat kejadian, dan lokasi di mana Chau terakhir terlihat," kata Pathak.


Pihak berwenang India mengatakan bahwa Chau harus membayar para nelayan untuk membawa dirinya sedekat mungkin ke pulau itu dan membawa perahunya sendiri ke pulau itu.

"Dan juga akan dipastikan apakah korban telah meminta banyak bantuan dari nelayan itu untuk pergi ke pulau pada kesempatan sebelumnya," kata Pathak.

Pathak juga mengatakan bahwa polisi akan menyelidiki tulisan Chau di sepucuk surat yang dititipkan kepada nelayan untuk temannya. Chau sempat merasa ketakutan bahwa ia akan dibunuh.

Setelah tiba, Chau juga menyempatkan diri untuk berbicara kepada penduduk suku tersebut.


"Namaku John, aku mencintaimu dan Yesus mencintaimu. Ini beberapa ikan untukmu!" kata dia.

Keesokan harinya, nelayan melihat suku itu menguburkan mayatnya di sebuah pantai.

Sebelumnya, pemerintah India memberlakukan aturan khusus untuk melindungi keberlangsungan suku terasing itu. Orang asing dan warga India dilarang mendekati, menjejakkan kaki atau bermukim di pulau itu. Tujuannya untuk menjaga kelangsungan hidup dan melindungi suku Sentineles dari penyakit apapun.

Pada 2006, suku tersebut telah menewaskan dua nelayan yang kapalnya melewati pulau itu. Selain itu, mereka juga menembakkan panah ke sebuah helikopter yang sedang melakukan pemeriksaan setelah tsunami Samudera Hindia pada 2004 lalu.sumber:cnnindonesia.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)