Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Tiga Tentara Amerika Tewas dalam Serangan Bom di Afghanistan


Tiga Tentara Amerika Tewas dalam Serangan Bom di Afghanistan ilustrasi tentara AS (Foto: Reuters)
PT.BESTPROFIT - Kabul - Tiga tentara Amerika Serikat tewas dan tiga tentara lainnya luka-luka dalam serangan bom di Afghanistan. Serangan itu diklaim oleh kelompok militan Taliban.

Pihak NATO dalam statemennya tidak merilis identitas mengenai para tentara AS yang menjadi korban serangan bom tersebut. Dengan kematian ketiga tentara AS tersebut, jumlah personel militer AS yang tewas di Afghanistan tahun ini menjadi 12 orang.

Dalam statemennya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (28/11/2018), NATO menyatakan bahwa ketiga tentara tewas ketika sebuah bom rakitan meledak dekat kota Ghazni, Afghanistan tengah pada Selasa (28/11/2018) waktu setempat.

Pilihan redaksi:

www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com



Disebutkan NATO, seorang kontraktor Amerika juga terluka dalam serangan itu. Dia beserta tiga tentara yang terluka telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah seorang tentara AS tewas di provinsi Nimroz, Afghanistan pada Sabtu (24/11) lalu. Pemeriksaan awal menunjukkan tentara tersebut "kemungkinan tak sengaja tertembak oleh pasukan mitra Afghanistan kita," demikian statemen NATO. Disebutkan NATO, insiden tragis itu terjadi saat pasukan AS dan Afghanistan terlibat pertempuran dengan para militan al-Qaeda.

"Tak ada indikasi dia ditembak dengan sengaja," demikian statemen NATO dengan hanya menyebut nama tentara tersebut sebagai Sersan Jasso, tanpa menyebutkan nama depannya.



Jenderal Scott Miller, komandan AS dan NATO di Afghanistan menyatakan bahwa Jasso tewas "membela negara kita, memerangi al-Qaeda bersama mitra Afghanistan kita".

Lebih dari 2.200 tentara Amerika telah tewas di Afghanistan sejak invasi yang dipimpin AS pada tahun 2001, yang berhasil menggulingkan rezim Taliban dari kekuasaan di negara tersebut.sumber:detik.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025