Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Bursa Asia terseret data PMI China



PT Bestprofit - JAKARTA. Bursa Asia bergerak lesu. Mengutip CNBC, pada pembukaan perdagangan Senin, hanya bursa Australia ASX yang dibuka menguat 0,05% atau naik 27 basis poin ke level 5.758. Sementara indeks Nikkei 225 justru tak bertenaga. Nikkei dibuka melemah 0,07% menuju level 19.942,52. 

Adapun Shanghai Stock Exchange terkoreksi 13 poin ke level 3.253. Bursa Singapura pun memerah dengan penurunan 0,14% ke level 3.326,10.Bursa Malaysia alias FTSE Bursa Malaysia KLCI Index pun mengekor pelemahan bursa Asia. KLCI Index dibuka melorot 0,09% ke level 1.765,52. 

Pemberat pergerakan bursa Asia yakni rilis data indeks manufaktur (PMI) China yang di bawah ekspektasi pasar. PMI China di Juli berada di level 51,4. Ekonom memprediksi, PMI bakal menguat di kisaran level 51,6. Data PMI terbit pada Senin waktu setempat.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini