Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

IHSG berpotensi naik, simak saham pilihan hari ini


Best Profit - JAKARTA. Mengawali semester kedua 2017, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berupaya melepaskan diri dari tren mendatar. Lima dari 10 analis pada survei KONTAN memperkirakan, peluang kenaikan IHSG masih tampak. Median support IHSG hari ini berada di angka 5.788 dengan median resistance 5.852. 

Edwin Sebayang, Kepala Riset MNC Sekuritas mengatakan, pola dragonfly doji terbentuk atas IHSG mengindikasikan melambatnya aksi beli di hari Senin. Potensi naik ini masih ada meski lebih terbatas. "Kalau kita lihat, bursa regional sewaktu market Indonesia libur tidak kemana-mana, bahkan seminggu Indeks Dow Jones turun," kata Edwin. Analis Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, indikator MACD telah membentuk pola golden cross di area positif. 

Namun, RSI masih berada di area netral dan stochastic sudah overbought. "Ada potensi koreksi sehat pada pergerakan indeks," kata dia.Nafan merekomendasikan akumulasi beli untuk saham-saham ADHI, ASRI, BDMN, AGRO, dan HRUM pada hari ini serta buy on weakness untuk saham PGAS.
Sedangkan Edwin merekomendasikan beli untuk saham ASII, TLKM, UNTR, dan BMRI. Dia merekomendasikan buy on weakness untuk SRIL, PTPP, BBCA, SMGR, BBNI, ADRO, WSKT, WIKA, dan GGRM. 

Sekadar mengingatkan, IHSG menutup semester satu pada 5.829,71, naik 10,06% sejak akhir 2016. Pada hari terakhir perdagangan 22 Juni lalu, IHSG naik tipis 0,19%.Nilai dan volume transaksi IHSG melonjak pada Kamis (22/6). Nilai transaksi bursa mencapai Rp 12,33 triliun dengan volume transaksi 16,90 miliar saham. Lonjakan ini disebabkan oleh transaksi tutup sendiri yang tinggi atas tiga saham, yakni PT BPD Jawa Barat Tbk (BJBR) senilai Rp 3 triliun, PT PP Properti Tbk (PPRO) dengan nilai Rp 1,6 triliun, dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dengan nilai Rp 1,4 triliun.  

Harun Hajadi, Direktur CTRA mengungkapkan, transaksi tutup sendiri CTRA adalah pengalihan saham pendiri CTRA ke entitas berbeda tanpa mengubah kepemilikan. Menurut data RTI, ada penjualan asing yang mencapai Rp 1 triliun pada saham CTRA. Tiga pemegang saham CTRA dengan kepemilikan lebih dari 5% adalah PT Sang Pelopor (25,45%), Fine-C Capital Group pada Credit Suisse di British Virgin (5,26%) dan satu rekening di Credit Suisse Singapura (5,88%). 

Selain CTRA, penjualan bersih asing terbesar pada saham ASII, BMRI, dan BBRI. Sedangkan pembelian bersih asing tertinggi pada saham SCMA, BBCA, UNVR, dan UNTR. Untuk informasi saja, sepekan terakhir ini, bursa Asia bergerak mixed cenderung naik. Indeks Nikkei melorot 0,49%. Sedangkan indeks Shanghai naik 1,09%, Hang Seng naik 0,37%, Kospi naik 0,55%, dan Strait Times naik 0,34%.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini