Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Potensi pelemahan membayangi indeks pekan ini


PT Bestprofit - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan kemarin berbalik melemah 0,26%, dibanding pekan sebelumnya yang menguat 1,85%. Aksi ambil untung dan sentimen global menjadi pendorong pelemahan indeks pekan kemarin. Analis Binaartha Parama Sekuritas, Reza Priyambada berpendapat untuk pekan ini IHSG akan berada pada kisaran level support 5.784 - 5.800 dan resisten 5.827 - 5.839 dibandingkan pekan sebelumnya di level support 5.727 - 5.768 dan resisten 5.840 - 5.862. 

IHSG pun lebih berpeluang mengalami pelemahan dibandingkan pembalikan arah menguat," ujar Reza.Menurut Reza minimnya sentimen positif terutama dari terdepresiasinya rupiah dan masih melemahnya harga obligasi turut meghambat potensi penguatan. Namun, pelemahan ini menawarkan level entry yang cukup menarik meski harus diikuti adanya peningkatan volume beli. 

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee berpendapat, untuk hari ini IHSG berpotensi melemah dengan range 5.863 - 5.910, melanjutkan pelemahan pada Jumat 0,59% ke level 5.814,79.Ada beberapa katalis yang mempengaruhi pelemahan indeks besok diantaranya yaitu masih tirunnya harga minyak akibat naiknya produksi Amerika. "Data tenaga kerja Amerika tidak terlalu baik," katanya. Selain itu sentimen juga datang dari penguatan dollar Amerika yang membuat rupiah melemah. Ada juga sentimen kenaikan upah terkait tenaga kerja Amerika dan meningkatnya yield treasury dan bond dunia.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)