Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Impor India menopang harga perak



Bestprofit - JAKARTA. Kenaikan permintaan dari India di paruh pertama tahun ini berhasil mengangkat harga perak pasca menyentuh level terendahnya sejak Desember 2016 lalu. Kemarin, per pukul 16.42 WIB, harga perak kontrak pengiriman September 2017 di Commodity Exchange melambung 0,62% ke US$ 15,99 per ons troi. Tapi dalam sepekan harganya melorot 3,96%. 

Impor perak India pada semester I-2017 tercatat mencapai 3.000 ton, atau sama dengan impor perak sepanjang 2016 lalu. Artinya, terjadi kenaikan permintaan dari Negeri Bollywood tersebut. Di saat yang sama, kurs dollar Amerika Serikat (AS) tertekan. Per pukul 17.11 WIB kemarin, indeks USD turun 0,17% ke level 96,12. Penyebabnya adalah notulensi rapat FOMC yang dirilis kemarin. 

Pasar menilai, pejabat The Fed memang memiliki pandangan positif soal pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Tapi, The Fed tidak memberi sinyal jelas soal kenaikan suku bunga. "Sesaat ada pesimisme pasar yang menekan dollar AS dan menguntungkan instrumen safe haven seperti perak, namun sifat kenaikan ini masih terbatas," ujar Research & Analyst Asia Tradepoint Futures Andri Hardianto, kemarin. 

Tapi pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi koreksi harga perak. Ada beberapa faktor penyebab. Pertama, data sektor tenaga kerja AS yang dirilis akhir pekan ini positif. Hal ini akan mengangkat kurs USD dan menekan harga perak.Kedua, permintaan perak masih kecil. Prediksi Metal Focus, permintaan perak dari India sepanjang 2017 hanya sekitar 4.500-5.000 ton. Artinya, di paruh kedua, tidak terjadi kenaikan impor perak lagi. 

Mengingat, pemerintah India sudah memberlakukan pajak barang dan jasa.Namun Andri menganalisa sampai akhir 2017 harga perak masih berpeluang naik. Terutama dengan tingginya arus dana asing yang masuk ke iShares Silver Trust, akibat tingginya gejolak ekonomi global yang bisa memicu beralihnya pelaku pasar ke aset safe haven, seperti perak. Dari sisi teknikal harian Andri menjabarkan harga perak bergulir di bawah moving average (MA) 50, 100 dan 200, mendukung pelemahan lanjutan. 

Garis moving average convergence divergence (MACD) di area negatif 0,200 berpola downtrend.Tapi relative strength index (RSI) level 29,7 dan stochastic level 37,5. Keduanya sudah masuk area overbought dan akan memicu aksi rebound sementara. Hari ini, Andri memprediksi harga perak akan bergerak di kisaran US$ 15,76-US$ 16,12 per ons troi. Sedang dalam kurun sepekan ke depan harga akan bergerak antara US$ 15,50-US$ 16,50 per ons troi.
 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini