Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Bursa Asia bervariasi jelang rilis PDB China




Bestprofit - HONG KONG. Bursa Asia Asia bergerak bervariasi, Senin pagi. Bursa utama di kawasan Asia bergulir di dua zona, lantaran pelaku pasar mengantisipasi rilis data pertumbuhan ekonomi (PDB) China kuartal kedua 2017. Mengutip CNBC, indeks Kospi naik 0,47% ke posisi 2.425 pada pukul 08.10 waktu Hong Kong. Sementara, indeks S&P/ASX 200 turun 0,35%. Adapun, bursa Jepang tutup, karena perayaan hari nasional. 

Hari ini, China akan merilis data pertumbuhan ekonomi, produksi industri dan penjualan ritel kuartal kedua. Adapun, pada kuartal pertama 2017, China mencatat pertumbuhan ekonomi 6,9%, melebihi proyeksi di level 6,8%. Di sisi mata uang, dollar AS cenderung flat terhadap sebagian besar mata uang dunia, setelah tertekan pada Jumat lalu akibat data inflasi yang melemah. Indeks dollar AS diperdagangkan di level 95,09 pukul 07.55 waktu Hong Kong. 

Trader senioer OANDA, Stephen Innes mengatakan, tantangan inflasi Amerika Serikat diperkirakan akan memainkan peran penting dalam kebijakan pengetatan suku bunga The Fed, dan mempengaruhi arah pasar makro tahun ini. Dengan peluang kenaikan suku bunga yang kurang dari 50% pada Desember ini, dan tanpa dukungan testimoni The Fed pada 26 juli ini, dollar bisa tertekan," kata Innes dalam catatannya seperti dilansir CNBC. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini