Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Harga minyak melejit sentuh US$ 48 sebarel

PT Bestprofit - NEW YORK. Harga minyak dunia melonjak didukung laporan penurunan stok di Amerika Serikat, Selasa malam.West Texas Intermediate (WTI) di Nymex ditutup melesat 3,3% ke posisi US$ 47,89 per barel. Ini level penutupan tertinggi sejak 7 Juni. Pada perdagangan siang, minyak bahkan menyentuh US$ 48,45 sebarel. Sementara, minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik 4,3% menjadi US$ 50,71 per barel. 

Di pasar Asia, Rabu, Bloomberg mencatat, laju harga minyak WTI berlanjut dan menyentuh US$ 48,45 sebarel pada pukul 07.00 WIB. Lonjakan harga minyak terjadi menyusul laporan American Petroleum Institute (API yang menyatakan stok di AS turun 10,2 juta barel menjadi 487 juta per 21 Juli. Penurunan stok melebihi perkiraan yaitu 2,6 juta barel. 

Sebelumnya, minyak juga menguat setelah Arab Saudi pada pertemuan OPEC di Rusia, berjanji mengurangi ekspor menjadi 6,6 juta barel per hari pada Agustus, lebih rendah 1 juta barel dibanding tahun sebelumnya.Negara OPEC juga menyerukan angggotanya untuk memenuhi kesepakatan pemotongan produksi. Bahkan, dalam pertemuan dibahas rencana perpanjangan kesepakatan untuk memangkas produksi sebesar 1,8 juta barel per hari (bpd) pada Maret 2018, jika diperlukan. 

Namun, Barclays mengatakan, pertemuan OPEC bertujuan untuk mengalihkan perhatian dari kepatuhan Irak yang buruk dan melonjaknya produksi minyak AS. Dalam pandangan kami, pertemuan ini bertujuan untuk menyelamatkan wajah OPEC dan mengalihkan perhatian pasar dari kepatuhan Irak yang buruk, dan produksi Nigeria serta Libia yang sangat tinggi," kata Barclays seperti dilansir CNBC, Selasa. Sebelumnya, Ketua eksekutif Halliburton mengatakan, pertumbuhan jumlah rig di Amerika Utara menunjukkan tanda-tanda melambat. Perusahaan tidak melakukan pengeboran secepat ketika awal 2017. 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)