Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Bursa Asia rebound meski mewaspadai misil Korut



Best Profit - JAKARTA. Bursa Asia mayoritas ditutup dengan penguatan hari ini, Rabu. Investor mengambil kesempatan membeli saham setelah kemarin bursa kawasan merunduk akibat Korea Utara kembali menggelar tes rudal.Selasa kemarin, Korea Utara melakukan uji coba misil lagi, dan mengklaim itu adalah misil antarbenua atau intercontinental ballistic missile (ICBM) dan mendarat di exclusive economic zone (EEZ) Jepang. 

Korea Selatan dan AS alhasil memulai latihan gabungan rudal. Hari ini, bursa Jepang memangkas penurunan dan Indeks Nikkei 225 ditutup dengan kenaikan 0,25% atau 49,28 poin. Indeks Kospi di Korea SElatan juga rebound 0,33% atau 7,83 poin. Bursa di daratan China menguat sembari mencerna data Purchasing Managers' Index sektor jasa bulan Juni. Indeks Hang Seng di Hong Kong bertambah 0,34%, dan Shanghai Composite menguat 0,76%. 

Tapi, Indeks S&P/ASX 200 di Australia menyelesaikan perdagangan dengan penurunan 0,35% atau 20,52 poin. Data PMI sektor jasa di China yang dirilis kemarin menunjukkan, sektor jasa China melambat. Caixin Services PMI Juni di level 51,6, turun dari 52,8 di bulan Mei. PMI keseluruhan yang menghitung indeks sektor jasa dan manufaktur, menunjukkan angka 51,1 pada Juni, turun dari 51,5 bulan Mei. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)