Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Dow Jones mencetak rekor baru


PT Bestprofit - JAKARTA. Tahun ini merupakan tahun rekor bagi pasar saham Amerika Serikat (AS). Indeks Dow Jones Industrial Average beberapa kali mencetak rekor baru. Termasuk hingga penutupan perdagangan dini hari tadi. Dow Jones melonjak 123,07 poin atau 0,57% ke level 21.532,14. S&P 500 pun turut mendaki 17,72 poin atau 0,73% ke level 2.443,25. 

Indeks Nasdaq bahkan masih betah ngebut hingga 1,10% ke level 6.261,17. Testimoni Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Janet Yellen menjadi bahan bakar utama laju pasar saham Negeri Paman Sam. Yellen mengungkapkan di depan Kongres bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga secara bertahap serta mengurangi neraca yang masih jumbo. 

Investor menyambut sinyal Yellen yang cenderung dovish. "Investor sebelumnya khawatir jika Yellen akan lebih hawkish. Tapi dia mengungkapkan sesuai dengan ekspektasi pasar dan itulah sebabnyak pasar naik," kata Chris Zaccarelli, chief investment officer Cornerstone Financial Partners kepada Reuters

Testimoni Yellen pun meredakan panasnya pasar obligasi AS alias US Treasury. Imbal hasil US Treasury bertenor 10 tahun turun ke angka 2,32% dari sebelumnya 2,35%. Imbal hasil US Treasury bertenor dua tahun yang lebih sensitif terhadap perubahan kebijakan moneter, turun menjadi 1,34% dari 1,38% hari sebelumnya. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)