Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Minyak Brent ke US$ 56,18, WTI ke US$ 53,69



PT Bestprofit - NEW YORK. Harga minyak mentah berakhir naik pada perdagangan Senin. Didorong optimisme investor atas efektivitas pemangkasan produksi, meskipun output dan stok minyak Amerika Serikat tetap tinggi. Mengutip Reuters, minyak berjangka Brent berakhir naik 0,7% ke level US$ 56,18 per barel. Sedangkan, minyak West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 29 sen atau 0,5 % menjadi US$ 53,69. 

Sekadar mengingatkan, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lainnya, termasuk Rusia, tahun lalu sepakat untuk memangkas produksi hampir 1,8 juta barel per hari pada paruh pertama 2017. Merujuk data resmi, ekspor minyak OPEC atas Arab Saudi jatuh pada bulan Desember menjadi 8.014.000 barel per hari (bph) dari sebelumnya 8.258.000 bph pada bulan November.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini