Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Siap Bersaing dengan Google Assistant dan Siri, Asisten Digital Milik Huawei Bakal Segera Dirilis



Best Profit - Asisten digital pada setiap platform tampaknya menjadi hal yang penting untuk sekarang ini. Apple memiliki Siri, Google baru saja menghadirkan Google Assistant pada Google Pixel, Microsoft memiliki Cortana dan Amazon juga memiliki Alexa. Selain itu, Samsung juga diharapkan untuk meluncurkan Bixby bersama Galaxy S8. Tak ingin ketinggalan, produsen smartphone terbesar ketiga di dunia, Huawei siap untuk bersaing dengan menyiapkan AI miliknya sendiri.

Menurut Bloomberg, Huawei saat ini sedang mengembangkan asisten digital berbasis perintah suara sendiri dan memiliki lebih dari 100 insinyur yang bekerja agar layanan tersebut segera dirilis. Laporan itu menyatakan bahwa asisten digital Huawei akan ditujukan untuk pengguna domestik Cina karena hanya akan membawa dukungan untuk bahasa Mandarin. 

Sedangkan untuk smartphone Huawei yang akan dijual di luar Cina akan mencakup layanan AI dari Google dan Amazon. Seperti yang kita ketahui, produsen smartphone Cina belum ada yang memiliki asisten digital sendiri, terlebih Google diblokir di negara tersebut dan Alexa tidak mendukung bahasa Mandarin. Hal tersebut yang mendorong Huawei mengembangkan AI sendiri dalam bahasa Mandarin. 

Kemunculan Google Assistant sendiri pada awalnya hanya tersedia pada Google Pixel dan Pixel XL. Kemudian menyusul pada Android Wear 2.0. Google dikabarkan memperkenalkan Google Assistant pada perangkat pihak ketiga dengan membuatnya tersedia secara pra-instal. Sebagai produsen smartphone terbesar ketiga, tampaknya langkah Huawei ini cukup cerdik dalam mempertahankan posisinya.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025