Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Siap Bersaing dengan Google Assistant dan Siri, Asisten Digital Milik Huawei Bakal Segera Dirilis



Best Profit - Asisten digital pada setiap platform tampaknya menjadi hal yang penting untuk sekarang ini. Apple memiliki Siri, Google baru saja menghadirkan Google Assistant pada Google Pixel, Microsoft memiliki Cortana dan Amazon juga memiliki Alexa. Selain itu, Samsung juga diharapkan untuk meluncurkan Bixby bersama Galaxy S8. Tak ingin ketinggalan, produsen smartphone terbesar ketiga di dunia, Huawei siap untuk bersaing dengan menyiapkan AI miliknya sendiri.

Menurut Bloomberg, Huawei saat ini sedang mengembangkan asisten digital berbasis perintah suara sendiri dan memiliki lebih dari 100 insinyur yang bekerja agar layanan tersebut segera dirilis. Laporan itu menyatakan bahwa asisten digital Huawei akan ditujukan untuk pengguna domestik Cina karena hanya akan membawa dukungan untuk bahasa Mandarin. 

Sedangkan untuk smartphone Huawei yang akan dijual di luar Cina akan mencakup layanan AI dari Google dan Amazon. Seperti yang kita ketahui, produsen smartphone Cina belum ada yang memiliki asisten digital sendiri, terlebih Google diblokir di negara tersebut dan Alexa tidak mendukung bahasa Mandarin. Hal tersebut yang mendorong Huawei mengembangkan AI sendiri dalam bahasa Mandarin. 

Kemunculan Google Assistant sendiri pada awalnya hanya tersedia pada Google Pixel dan Pixel XL. Kemudian menyusul pada Android Wear 2.0. Google dikabarkan memperkenalkan Google Assistant pada perangkat pihak ketiga dengan membuatnya tersedia secara pra-instal. Sebagai produsen smartphone terbesar ketiga, tampaknya langkah Huawei ini cukup cerdik dalam mempertahankan posisinya.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025