Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Siap Bersaing dengan Google Assistant dan Siri, Asisten Digital Milik Huawei Bakal Segera Dirilis



Best Profit - Asisten digital pada setiap platform tampaknya menjadi hal yang penting untuk sekarang ini. Apple memiliki Siri, Google baru saja menghadirkan Google Assistant pada Google Pixel, Microsoft memiliki Cortana dan Amazon juga memiliki Alexa. Selain itu, Samsung juga diharapkan untuk meluncurkan Bixby bersama Galaxy S8. Tak ingin ketinggalan, produsen smartphone terbesar ketiga di dunia, Huawei siap untuk bersaing dengan menyiapkan AI miliknya sendiri.

Menurut Bloomberg, Huawei saat ini sedang mengembangkan asisten digital berbasis perintah suara sendiri dan memiliki lebih dari 100 insinyur yang bekerja agar layanan tersebut segera dirilis. Laporan itu menyatakan bahwa asisten digital Huawei akan ditujukan untuk pengguna domestik Cina karena hanya akan membawa dukungan untuk bahasa Mandarin. 

Sedangkan untuk smartphone Huawei yang akan dijual di luar Cina akan mencakup layanan AI dari Google dan Amazon. Seperti yang kita ketahui, produsen smartphone Cina belum ada yang memiliki asisten digital sendiri, terlebih Google diblokir di negara tersebut dan Alexa tidak mendukung bahasa Mandarin. Hal tersebut yang mendorong Huawei mengembangkan AI sendiri dalam bahasa Mandarin. 

Kemunculan Google Assistant sendiri pada awalnya hanya tersedia pada Google Pixel dan Pixel XL. Kemudian menyusul pada Android Wear 2.0. Google dikabarkan memperkenalkan Google Assistant pada perangkat pihak ketiga dengan membuatnya tersedia secara pra-instal. Sebagai produsen smartphone terbesar ketiga, tampaknya langkah Huawei ini cukup cerdik dalam mempertahankan posisinya.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini