Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

IHSG terkerek data domestik

PT Bestprofit - JAKARTA. Di awal pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,65% ke level 5.395,99. Bursa saham masih diwarnai net buy investor asing sebesar Rp 474 miliar. Analis Bahana Securities Muhammad Wafi menilai, aksi beli investor asing pada saham bank membuat IHSG tutup di level tertingginya tahun ini, dengan hanya menyisakan sektor pertambangan yang menurun.

Data pertumbuhan ekonomi 2016 yang sesuai ekspektasi pasar juga mendorong aksi beli investor domestik pada saham konsumer dan industri dasar," imbuh dia. Secara teknikal, IHSG kembali naik dengan kicking dan full body candle disertai volume, namun tutup di luar upper bollinger band. Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya bilang, IHSG berusaha menggeser rentang konsolidasi menuju arah naik, tapi belum terlihat pola kenaikan signifikan. 

Ia memperkirakan IHSG hari ini melemah terbatas di 5.276-5.411 dengan pilihan saham BBNI, JSMR, ADHI, KLBF, OASA, HMSP dan PWON. Adapun Wafi memprediksi IHSG menguat di kisaran 5.350-5.415. Saham yang dapat dicermati antara lain BBTN, ICBP, LPKR, PGAS, PSAB, SMBR, dan TBLA. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini