Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Wall Street tergelincir, minyak turun dan FOMC

Bestprofit - NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) tergelincir di awal perdagangan Rabu. Penurunan harga minyak telah membebani saham-saham berbasis energi saat investor menunggu rilis notulensi pertemuan FOMC demi mencari petunjuk waktu kenaikan suku bunga berikutnya. 

Mengutip Reuters, pukul 09:41 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average turun 43,27 poin, atau 0,21 %, di 20.699,73, S & P 500 turun 6,28 poin, atau 0,26 %, di 2.359,1 dan Nasdaq Composite turun 14,64 poin, atau 0,25 % , di 5.851,31. Di sisi lain, harga minyak turun 1,2 % menjadi US$ 55,99 per barel karena dollar menguat. Sektor energi S & P 500 tergelincir 0,64 % dan menjadi penghambat laju indeks yang lebih luas. 

Kini, investor tengah fokus pada rilis notulensi pertemuan FOMC 31 Januari-1 Februari yang dijadwalkan pada pukul 14.00 waktu setempat. Pembuat kebijakan, termasuk Gubernur The Fed Janet Yellen, telah mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih cepat. Menurut data Thomson Reuters, peluang kenaikan suku bunga 22% untuk Maret, 47% untuk Mei, dan 69% untuk Juni. 

Pasar telah siap atas kenaikan suku bunga. Tapi satu hal yang dapat merusak jika datang tiba-tiba,” kata Andre Bakhos, direktur pelaksana Janlyn capital. Di samping itu, persepsi investor terhadap sikap The Fed atas ketidakpastian kebijakan ekonomi di bawah Presiden Donald Trump. Asal tahu saja, janji Trump soal reformasi pajak dan deregulasi serta stimulus fiskal meningkatkan kepercayaan investor, mengirim Wall Street ke rekor tertingginya. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)