Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Minyak terus memanas meski pasokan AS naik



PT Bestprofit - NEW YORK. Harga minyak dunia berakhir lebih tinggi pada Rabu (Kamis pagi WIB), meskipun pasokan minyak mentah Amerika Serikat meningkat. Minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, bertambah US$ 1,07 menjadi menetap di US$ 53,88 per barel di New York Mercantile Exchange. 

Sementara itu, minyak Brent untuk pengiriman April naik US$ 1,22 menjadi ditutup pada US$ 56,80 per barel di London ICE Futures Exchange. Persediaan minyak mentah AS naik 6,5 juta barel dalam pekan yang berakhir 27 Januari menjadi 494,8 juta barel, dan naik 5,0 persen dari periode sama tahun lalu, menurut data yang dirilis oleh Badan Informasi Energi AS (EIA). 

Para analis mengatakan harga minyak mungkin telah didorong oleh harapan kepatuhan yang tinggi produsen-produsen utama lainnya terhadap kesepatakan pemangkasan produksi. Rusia memangkas produksi pada Januari sekitar 100.000 barel per hari, menurut data yang dilihat oleh Reuters. 

Sehari sebelumnya, sebuah survei Reuters menemukan bahwa anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Januari telah mengirimkan sekitar 82 persen dari kesepakatan mereka untuk menurunan pasokan. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)