Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

IHSG hari ini diprediksi susah menguat


Bestprofit - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan kemarin masih tercatat menguat 0,39%. Untuk jangka pendek IHSG masih banyak yang memprediksi adanya penurunan. Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan pada pekan ini pergerakan IHSG akan dipengaruhi dari banyaknya faktor global. 

Seperti, statement dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, rilis data indeks manufaktur di beberapa Negara, harga komoditas. ”Sementara dari dalam negeri pergerakan Rupiah, tapi pergerakan Rupiah juga menunggu sentiment dari global,” kata Reza, Minggu. Sehingga pada pekan ini IHSG masih bergerak cenderung terbatas dengan rentang support 5.315-5.335 dan resistance 5.387-5.425. Melihat Spinning top candle telah terbentuk yang memberikan sinyal IHSG berpotensi menurun. 

Pergerakan IHSG akan berada pada dekat middle Bollinger band area. MACD berada pada pergerakan yang flat sehingga menunda terbentuknya golden cross. Dimana RSI, stochastic terbatas untuk menguat. Analis NH Korindo Bima Setiaji mengatakan secara candle dan distribusi IHSG sudah menunjukan tren bearish dalam jangka waktu pendek. Sehingga dia memprediksi range perdagangan besok pada level support 5.330 dan resistance 5.410.

Hanya jangka pendek, bukan berarti tidak ada potensi penguatan,” kata Bima. Dia mengatakan salah satu katalis positifnya adalah data Ekonomi Indonesia yang cukup baik. Seperti surplusnya neraca perdagangan Indonesia pada bulan Januari sebesar US$ 1,40 miliar, yang Disebabkan naiknya ekspor. Naiknya ekspor disebabkan tingginya harga komoditas, sehingga tingkat PDB pada kuartal I tahun ini diprediksi meningkat. 

Sehingga secara mikro ekonomi masih dipandang baik oleh pelaku pasar. Selain itu pasar juga sudah mengestimasi dua buruknya kinerja dua emiten besar seperti BMRI dan UNVR yang cukup membebani gerak IHSG. Sehingga seharusnya tidak ada lagi, sentiment negatif yang mempengaruhi untuk jangka waktu menengah.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini