Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Saham teknologi menggerogoti Wall Street




Bestprofit - NEW YORK. Pasar saham AS ditutup di zona merah pada transaksi perdagangan semalam. Berdasarkan data CNBC, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,36% menjadi 19.191,93. Saham Goldman Sachs memimpin kenaikan. Sedangkan saham dengan penurunan terdalam yakni Intel. 

Sementara, indeks S&P 500 turun 0,35% menjadi 2.191,08. Sektor teknologi informasi mencatatkan penurunan terbesar di antara enam sektor lainnya. Sedangkan sektor dengan kenaikan tertinggi adalah sektor finansial. Adapun indeks Nasdaq turun 1,36% dan ditutup di level 5.252. Dalam setiap sembilan saham yang turun, terdapat lima saham yang naik di New York Stock Exchange. 

Volume transaksi perdagangan hari ini melibatkan 1,145 miliar saham dan volume transaksi perdagangan gabungan mencapai 4,975 miliar saham. Menurut Adam Sarhan, CEO 50 Park Investments, apa yang kita lihat saat ini merupakan perputaran liar sektor-sektor yang sebelumnya memimpin sebelum pelaksanaan pemilu dan sektor yang melaju pasca pemilu. 

Kerusakan yang sudah terjadi tidak bisa diabaikan. Rotasi tipe ini tidak dapat dilihat pada market yang masih muda, sehat, dan bullish, jelasnya. Jika dilihat, indeks Nasdaq mengalami penurunan yang paling dalam akibat aksi jual saham-saham teknologi. Sebut saja saham Apple dan saham FANG (Facebook, Amazon, Netflix, dan induk Google, Alphabet).

Padahal, pada awal sesi perdagangan, saham energi melonjak melampaui 1% lebih. Kenaikan terkerek oleh lonjakan harga minyak dunia, sebelum akhirnya ditutup dengan kenaikan 0,3%. Sekadar informasi saja, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tadi malam ditutup dengan kenaikan 3,28% menjadi US$ 51,06 per barel. Rabu kemarin, OPEC dan Rusia setuju untuk melakukan pembatasan produksi. 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)