Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Wall Street melaju lagi, ini faktor pemicunya


PT Bestprofit - NEW YORK. Pasar saham Amerika Serikat ditutup di zona positif pada akhir transaksi Kamis. Data yang dihimpun CNBC menunjukkan, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average naik 59,71 poin atau 0,3% menjadi 19.858,24. Saham DuPont menjadi saham dengan kenaikan tertinggi dan saham United Technologies merupakan saham top losers. 

Sementara, indeks S&P 500 naik 8,75 poin atau 0,39% menjadi 2.262,03. Sektor finansial memimpin kenaikan di antara sembilan sektor. Adapun sektor properti mengalami tekanan. Indeks Nasdaq berhasil naik 20,18 poin atau 0,37% menjadi 5.456,85. Dalam setiap empat saham yang naik, terdapat tiga saham yang menurun di New York Stock Exchange. 

Volume transaksi perdagangan melibatkan 987,25 juta saham dan volume transaksi gabungan mencapai 4,059 miliar pada penutupan market. Pergerakan positf bursa AS terjadi seiiring banyaknya data ekonomi AS yang dirilis dan The Federal Reserve memutuskan untuk mengerek suku bunga acuannya. 

Sepertinya, masih ada ruang bagi market untuk reli dan kenaikan suku bunga The Fed tak dapat menghentikan hal ini. Data pengembang properti mengonfirmasi bahwa pasar perumahan sangat kuat dan hal ini mengulang apa yang dikatakan Janet Yellen kemarin malam (Rabu)," papar Naeem Aslam, chief market analyst Think Markets kepada CNBC melalui email. 

Sedangkan Robert Pavlik, chief market strategist Boston Private Wealth menilai, pasar saat ini tampaknya mulai menunjukkan kelelahan. "Saya rasa, kita masih berada pada tren bull market jangka panjang. Dalam jangka pendek, sepertinya kita sudah naik cukup tinggi," paparnya. 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini