Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Dow Jones raih rekor tertinggi




Bestprofit - NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Senin (Selasa WIB). Didorong data ekonomi yang kuat berhasil meredakan kekhawatiran tentang penolakan reformasi konstitusi Italia. Mengacu Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 45,82 poin atau 0,2% ke level 19.216,24, merupakan rekor baru penutupan tertinggi. 

Saham Nike Inc dan Goldman Sachs Group Inc memimpin penguatan lebih dari 2%. Sedangkan, indeks S & P 500 menguat 12,76 poin, atau 0,6%, ke level 2.204,71, dengan sektor keuangan dan teknologi menjadi para pemain terkuat. Indeks Nasdaq Composite naik 53,24 poin, atau 1%, untuk ditutup pada level 5.308,89. 

Mengacu data ekonomi terbaru AS, total pekerjaan non pertanian naik 178.000 pada November, dan tingkat pengangguran turun menjadi 4,6 %, tingkat terendah dalam sembilan tahun. Para analis mengatakan data ketenagakerjaan yang lebih baik dari perkiraan mungkin memperkuat alasan untuk menaikkan suku bunga akhir bulan ini. Menurut alat FedWatch CME Group, ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 94,9 %. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)