Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Dow Jones raih rekor tertinggi




Bestprofit - NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Senin (Selasa WIB). Didorong data ekonomi yang kuat berhasil meredakan kekhawatiran tentang penolakan reformasi konstitusi Italia. Mengacu Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 45,82 poin atau 0,2% ke level 19.216,24, merupakan rekor baru penutupan tertinggi. 

Saham Nike Inc dan Goldman Sachs Group Inc memimpin penguatan lebih dari 2%. Sedangkan, indeks S & P 500 menguat 12,76 poin, atau 0,6%, ke level 2.204,71, dengan sektor keuangan dan teknologi menjadi para pemain terkuat. Indeks Nasdaq Composite naik 53,24 poin, atau 1%, untuk ditutup pada level 5.308,89. 

Mengacu data ekonomi terbaru AS, total pekerjaan non pertanian naik 178.000 pada November, dan tingkat pengangguran turun menjadi 4,6 %, tingkat terendah dalam sembilan tahun. Para analis mengatakan data ketenagakerjaan yang lebih baik dari perkiraan mungkin memperkuat alasan untuk menaikkan suku bunga akhir bulan ini. Menurut alat FedWatch CME Group, ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 94,9 %. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini