Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Akses Indihome Sempat Alami Gangguan Nasional, Ini Alasan dari Telkom



Bestprofit - Pada tanggal 6 Desember 2016, para pengguna layanan internet Indihome mengeluhkan adanya gangguan. Bahkan, gangguan ini tidak hanya terjadi pada satu atau dua kota di Indonesia. Berdasarkan pantauan Beritateknologi di media sosial, gangguan ini terjadi secara massal, hampir seluruh kota di Indonesia mengalami masalah yang sama.

Usut punya usut, ternyata tidak hanya layanan internet Indihome yang mengalami gangguan. Produk layanan internet dari Telkomsel juga mengalami permasalahan sama. Dan, hal ini diungkapkan oleh pihak Telkom melalui laman resmi Telkom Care di Facebook.

Gangguan ini berlangsung cukup lama. Tercatat mulai pukul 18.00 WIB hingga tengah malam. Baru pada pagi hari di tanggal 7 Desember 2016, para pelanggan Indihome bisa secara bebas menikmati layanan internetnya. Pihak Indihome pun baru mengungkapkan sumber masalah dan memberikan permintaan maaf pada tanggal 7 Desember tersebut. 

Di situ, mereka mengungkapkan kalau gangguan itu disebabkan putusnya kabel serat optik yang menjadi sarana penyediaan layanan internet di Indonesia. Kabel serat optik tersebut adalah milik pihak ketiga yang berfungsi untuk menghubungkan Batam dengan Jakarta.

Dampak dari putusnya kabel serat tersebut pun sangat fatal. Beberapa pengguna layanan internet Indihome sama sekali tidak bisa terhubung dengan dunia maya. Sementara itu, sebagian kecil masih dapat mengakses internet tapi dengan kecepatan yang jauh dari normal. 

Menurut laporan yang dikutip dari Kompas Tekno, pihak Telkom sempat melakukan pengalihan jalur internet dari jalur milik pihak ketiga ke jalur milik Telkom. Pada tanggal 7 Desember 2016, akses internet pun sudah bisa dipakai secara normal.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)