Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Akses Indihome Sempat Alami Gangguan Nasional, Ini Alasan dari Telkom



Bestprofit - Pada tanggal 6 Desember 2016, para pengguna layanan internet Indihome mengeluhkan adanya gangguan. Bahkan, gangguan ini tidak hanya terjadi pada satu atau dua kota di Indonesia. Berdasarkan pantauan Beritateknologi di media sosial, gangguan ini terjadi secara massal, hampir seluruh kota di Indonesia mengalami masalah yang sama.

Usut punya usut, ternyata tidak hanya layanan internet Indihome yang mengalami gangguan. Produk layanan internet dari Telkomsel juga mengalami permasalahan sama. Dan, hal ini diungkapkan oleh pihak Telkom melalui laman resmi Telkom Care di Facebook.

Gangguan ini berlangsung cukup lama. Tercatat mulai pukul 18.00 WIB hingga tengah malam. Baru pada pagi hari di tanggal 7 Desember 2016, para pelanggan Indihome bisa secara bebas menikmati layanan internetnya. Pihak Indihome pun baru mengungkapkan sumber masalah dan memberikan permintaan maaf pada tanggal 7 Desember tersebut. 

Di situ, mereka mengungkapkan kalau gangguan itu disebabkan putusnya kabel serat optik yang menjadi sarana penyediaan layanan internet di Indonesia. Kabel serat optik tersebut adalah milik pihak ketiga yang berfungsi untuk menghubungkan Batam dengan Jakarta.

Dampak dari putusnya kabel serat tersebut pun sangat fatal. Beberapa pengguna layanan internet Indihome sama sekali tidak bisa terhubung dengan dunia maya. Sementara itu, sebagian kecil masih dapat mengakses internet tapi dengan kecepatan yang jauh dari normal. 

Menurut laporan yang dikutip dari Kompas Tekno, pihak Telkom sempat melakukan pengalihan jalur internet dari jalur milik pihak ketiga ke jalur milik Telkom. Pada tanggal 7 Desember 2016, akses internet pun sudah bisa dipakai secara normal.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025