Bursa Asia Beragam, Mayoritas Indeks Naik pada Selasa (28/4) Pagi

  Bursa Asia dibuka beragam pada perdagangan Selasa (28/4/2026), dengan mayoritas indeks naik. Mengutip Bloomberg, pukul 08.27 WIB, indeks Nikkei 225 turun 331,95 poin atau 0,57% ke 60.196,23, Hang Seng turun 111,28 poi atau 0,43% ke 25.814,37, Taiex naik 86,36 poin atau 0,21% ke 39.699,70, Kospi naik 87,32 poin atau 1,31% ke 6.701,95, ASX 200 turun 42,95 poin atau 0,49% ke 8.723,40, Straits Times naik 33,30 poin atau 0,68% ke 4.925,12 dan FTSE Malaysia naik 9.30 poin atau 0,54% ke 1.726,57. Bursa Asia bergerak variasi namun masih bertahan di dekat level tertinggi sejak akhir Februari karena para pedagang menanti katalis baru dari Timur Tengah, serta serangkaian keputusan bank sentral dan pendapatan dari perusahaan-perusahaan teknologi besar pekan ini. Mengutip Bloomberg, bank sentral di dunia secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya. Investor kini mengalihkan fokus ke laporan pendapatan raksasa teknologi untuk menguji apakah reli saham baru-baru ini ...

Akses Indihome Sempat Alami Gangguan Nasional, Ini Alasan dari Telkom



Bestprofit - Pada tanggal 6 Desember 2016, para pengguna layanan internet Indihome mengeluhkan adanya gangguan. Bahkan, gangguan ini tidak hanya terjadi pada satu atau dua kota di Indonesia. Berdasarkan pantauan Beritateknologi di media sosial, gangguan ini terjadi secara massal, hampir seluruh kota di Indonesia mengalami masalah yang sama.

Usut punya usut, ternyata tidak hanya layanan internet Indihome yang mengalami gangguan. Produk layanan internet dari Telkomsel juga mengalami permasalahan sama. Dan, hal ini diungkapkan oleh pihak Telkom melalui laman resmi Telkom Care di Facebook.

Gangguan ini berlangsung cukup lama. Tercatat mulai pukul 18.00 WIB hingga tengah malam. Baru pada pagi hari di tanggal 7 Desember 2016, para pelanggan Indihome bisa secara bebas menikmati layanan internetnya. Pihak Indihome pun baru mengungkapkan sumber masalah dan memberikan permintaan maaf pada tanggal 7 Desember tersebut. 

Di situ, mereka mengungkapkan kalau gangguan itu disebabkan putusnya kabel serat optik yang menjadi sarana penyediaan layanan internet di Indonesia. Kabel serat optik tersebut adalah milik pihak ketiga yang berfungsi untuk menghubungkan Batam dengan Jakarta.

Dampak dari putusnya kabel serat tersebut pun sangat fatal. Beberapa pengguna layanan internet Indihome sama sekali tidak bisa terhubung dengan dunia maya. Sementara itu, sebagian kecil masih dapat mengakses internet tapi dengan kecepatan yang jauh dari normal. 

Menurut laporan yang dikutip dari Kompas Tekno, pihak Telkom sempat melakukan pengalihan jalur internet dari jalur milik pihak ketiga ke jalur milik Telkom. Pada tanggal 7 Desember 2016, akses internet pun sudah bisa dipakai secara normal.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)