Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Akses Indihome Sempat Alami Gangguan Nasional, Ini Alasan dari Telkom



Bestprofit - Pada tanggal 6 Desember 2016, para pengguna layanan internet Indihome mengeluhkan adanya gangguan. Bahkan, gangguan ini tidak hanya terjadi pada satu atau dua kota di Indonesia. Berdasarkan pantauan Beritateknologi di media sosial, gangguan ini terjadi secara massal, hampir seluruh kota di Indonesia mengalami masalah yang sama.

Usut punya usut, ternyata tidak hanya layanan internet Indihome yang mengalami gangguan. Produk layanan internet dari Telkomsel juga mengalami permasalahan sama. Dan, hal ini diungkapkan oleh pihak Telkom melalui laman resmi Telkom Care di Facebook.

Gangguan ini berlangsung cukup lama. Tercatat mulai pukul 18.00 WIB hingga tengah malam. Baru pada pagi hari di tanggal 7 Desember 2016, para pelanggan Indihome bisa secara bebas menikmati layanan internetnya. Pihak Indihome pun baru mengungkapkan sumber masalah dan memberikan permintaan maaf pada tanggal 7 Desember tersebut. 

Di situ, mereka mengungkapkan kalau gangguan itu disebabkan putusnya kabel serat optik yang menjadi sarana penyediaan layanan internet di Indonesia. Kabel serat optik tersebut adalah milik pihak ketiga yang berfungsi untuk menghubungkan Batam dengan Jakarta.

Dampak dari putusnya kabel serat tersebut pun sangat fatal. Beberapa pengguna layanan internet Indihome sama sekali tidak bisa terhubung dengan dunia maya. Sementara itu, sebagian kecil masih dapat mengakses internet tapi dengan kecepatan yang jauh dari normal. 

Menurut laporan yang dikutip dari Kompas Tekno, pihak Telkom sempat melakukan pengalihan jalur internet dari jalur milik pihak ketiga ke jalur milik Telkom. Pada tanggal 7 Desember 2016, akses internet pun sudah bisa dipakai secara normal.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini