Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Rupiah hari ini akan dipengaruhi kebijakan The Fed


Best Profit - JAKARTA Rupiah memanfaatkan koreksi teknikal dollar AS menjelang pertemuan The Fed. Di pasar spot Rabu, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menguat 0,23% dibanding sehari sebelumnya jadi Rp 13.294 per dollar AS. Kurs tengah rupiah Bank Indonesia naik 0,18% ke Rp 13.285. 

Analis Garuda Berjangka Sri Wahyudi mengatakan, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC), yang memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya. Sebelumnya, pasar meyakini, suku bunga The Fed naik. 

David Sumual, Ekonom Bank Central Asia, menuturkan, The Fed kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 0,50%–0,75%. Hal tersebut sudah mendapat antisipasi dari pasar. Selanjutnya, pasar ingin tahu sinyal arah suku bunga tahun depan.  Dollar AS akhirnya mengalami koreksi teknikal karena pasar masih wait and see," papar Wahyudi. 

Sementara dari dalam negeri cenderung minim sentimen. Namun secara keseluruhan, kondisi internal tidak berpotensi menekan rupiah. David juga bilang, pelaku pasar juga masih menanti beberapa data ekonomi internal, salah satunya soal suku bunga acuan. BI diprediksi akan mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 4,75%. 

Data domestik yang juga dinanti adalah neraca perdagangan bulan November. David memprediksi, neraca perdagangan di periode tersebut masih surplus, tetapi surplusnya mengecil. Meski demikian, berbagai sentimen positif masih mendukung laju mata uang Garuda. 

Di antaranya, dana repatriasi yang kemungkinan meningkat menjelang deadline periode kedua serta penerbitan global bond oleh pemerintah. Kamis David memprediksi rupiah melemah terbatas pada kisaran Rp 13.220–Rp 13.320. Prediksi Wahyudi, rupiah bergerak antara Rp 13.150–Rp 13.400. 






Komentar