Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Saat dollar AS terlalu perkasa




Bestprofit - JAKARTA. Tampaknya rupiah masih belum bisa membendung kekuatan dollar Amerika Serikat (AS) pekan ini. Akhir pekan lalu, kurs spot rupiah turun 0,08% jadi Rp 13.395 per dollar AS. Kurs tengah rupiah Bank Indonesia anjlok 0,44% ke Rp 13.426 per dollar AS. 

Research and Analyst Garuda Berjangka Sri Wahyudi menilai dollar AS sedang bullish, didukung proyeksi ekonomi AS di 2017 yang oke. Apalagi data-data ekonomi AS cukup positif. Jadi memang belum ada alasan USD terkoreksi," ujar Wahyudi. Ia bahkan memprediksi rupiah bisa kembali ke Rp 13.400. 

Berbeda, Analis Pasar Uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto menilai, bila melihat indikator teknikal, rupiah berpeluang menguat hari ini. Cuma, karena sekadar faktor teknikal, rebound rupiah tersebut cuma bersifat sementara. Apalagi, kondisi fundamental AS saat ini positif, sehingga tidak cukup kuat menahan pergerakan USD. 

Berdasarkan hal itu, Rully memprediksi hari ini rupiah akan bergulir dalam rentang Rp 13.300–Rp 13.430 per dollar AS. Sementara menurut hitungan Wahyudi, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 13.200-Rp 13.450 per dollar AS.  





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini