Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Rupiah terbantu koreksi dollar AS


Best Profit - JAKARTA. Rupiah mencatat penguatan meski tipis di tengah gempuran data positif dari Amerika Serikat (AS). Di pasar spot Rabu, kurs rupiah terhadap dollar AS menguat 0,04% dibanding sehari sebelumnya jadi Rp 13.555 per dollar AS. Analis Esandar Arthamas Berjangka Tonny Mariano bilang, sejatinya rupiah kemarin berpotensi tertekan. 

Asal tahu saja, data pendahuluan PDB AS menunjukkan ekonomi di kuartal III tumbuh 3,2%, lebih baik dari proyeksi 3%. Tingkat keyakinan konsumen juga naik tajam ke 107,1 dari sebelumnya 100,8. Tetapi dollar AS terkoreksi sejak menguat awal pekan," papar Tonny. Rupiah juga menguat karena pelaku pasar lebih tenang setelah pemerintah memastikan aksi 2 Desember berbentuk doa bersama, bukan demo. 

Namun risiko pelemahan rupiah hingga akhir pekan masih terbuka.Hal ini bergantung pada hasil pertemuan negara OPEC serta data non farm payroll (NFP) AS yang dirilis akhir pekan ini.  Analis Pasar Uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto mengamati, rupiah sepekan terakhir konsisten di atas level 13.500. Kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed semakin tinggi.

Pasar juga menunggu pembentukan kabinet Donald Trump," katanya. Awal Desember, pemerintah akan merilis data inflasi dengan prediksi inflasi tahunan naik menjadi 3,4% dari 3,3% di Oktober. Kamis, Rully menilai rupiah akan menguat di Rp 13.515–Rp 13.585. Prediksi Tonny, akan rupiah koreksi di Rp 13.525–Rp 13.600. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)