Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Dow Jones gagal menembus level 20.000


Bestprofit - NEW YORK. Pasar saham AS mencatatkan penurunan tipis pada transaksi perdagangan semalam, Rabu. Mengutip data CNBC, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,04% menjadi 19.965. Saham Merck menjadi saham dengan penurunan terbesar. Sedangkan saham Nike merupakan saham dengan kenaikan tertinggi. 

Sementara, indeks S&P 500 turun 0,1% menjadi 2.268. Sektor real estate mengalami penurunan terdalam di antara enam sektor yang memerah. Sektor energi berhasil menguat. Adapun indeks Nasdaq composite turun 0,1% menjadi 5.479. Dow Jones gagal menembus level 20.000 akibat melorotnya sektor real estate. Sedangkan saham yang berkontribusi besar menekan pergerakan Wall Street adalah GGoldman Sachs. 

Ini yang akan dialami jika kita mendekati level teknikal yang real. Padahal kita sudah sangat dekat menembusnya," jelas Randy Frederick, vice president of trading and derivatives Charles Schwab. Sementara, Mike Bailey, director of research FBB Capital Partners mengatakan, pergerakan menembus level 20.000 dapat memicu gelombang baru kepentingan dari Main Street. 

Kita lebih fokus pada S&P, namun Dow Jones sepertinya yang terbanyak menjadi headline," kata Bailey. Sejalan dengan semakin dekatnya masa liburan, investor memprediksi volume transaksi perdagangan akan turun signifikan. Kondisi ini akan menyebabkan pergerakan liar di market. "Kereta ke Manhattan sudah mulai menipis karena pelaku pasar sudah mulai mempersiapkan rencana liburan mereka," papar Jeremy Klein, chief market strategist FBN Securities. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini