Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

IHSG Masih Dibayangi Tekanan Eksternal, Cermati Saham Berikut Sepekan Ini

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 74,40 poin atau 1,21% ke 6.235,61 pada akhir perdagangan Selasa (25/3). 

Sebanyak 329 saham naik, 265 saham turun dan 202 saham stagnan. Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 16,64 miliar saham dengan total nilai Rp 14,22 triliun.

Aliran dana asing tercatat masuk Rp 420,19 miliar hari ini. Sayangnya, dana asing yang keluar dari bursa sejak awal tahun masih jauh lebih besar yaitu mencapai Rp 30,83 triliun.

Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila mengatakan, sentimen yang menggerakan pasar hari ini adalah sentimen eksternal melihat tarif impor yang lebih lunak. Rilis data purchase manager index (PMI) Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan penguatan di PMI jasa. 

“Namun, sentimen ini masih bisa jangka pendek dan belum cukup sinyal baik untuk IHSG, karena IHSG masih tertekan dari sisi domestik yaitu keadaan risiko politik yang tinggi serta pasar China yang dinilai lebih atraktif,” ungkapnya kepada Kontan, Selasa (25/3).

Dana asing ke depan akan kembali masuk deras ketika program-program pemerintah terlihat transparansi dan efisien untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Investor pun masih was-was karena belum mengetahui arah jelas risiko politik kedepannya

“Sektor yang cukup defensif juga datang dari sektor kesehatan atau juga dari konsumer primer,” tuturnya.

Sepanjang pekan ini, Indy pun merekomendasikan trading buy untuk saham INDF dan HEAL dengan target harga masing-masing Rp 8.000 per saham dan Rp 1.455 per saham

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengatakan, di tengah perdagangan yang terbilang masih cukup ramai menjelang libur panjang Lebaran, net sell asing sudah tidak begitu deras walau masih eksis.

Kurs dolar AS terhadap rupiah yang menguat ke level tertinggi sebulan hampir saja sentuh resistance Rp 16.600 per dolar AS lagi, tampaknya menjadi sentimen negatif yang menghantui.

Namun, dari titik ini Kiwoom mendeteksi adanya RSI negative plus terciptanya candle doji yang mengindikasikan sepertinya  akan segera ada pullback pada dolar AS. 

Sehingga, ada sedikit penguatan pada rupiah yang mungkin bisa jadi sentimen positif ke IHSG H-3 sebelum libur panjang lebaran.

“Strategi penipisan portfolio tampaknya masih akan jadi fokus para pelaku pasar dalam beberapa hari ke depan,” paparnya terhadap Kontan, Selasa (25/3).

Liza pun menyarankan investor untuk wait and see terlebih dahulu sepanjang pekan ini. Pergerakan IHSG di level support bisa ada di rentang 6.050-5.970 dan  5.850-5.800. Sementara, level resistance ada di rentang 6.270 dan 6.400-6.470.

Berikut list saham yang bisa diperhatikan investor sepanjang pekan pendek bursa ini.

1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

Entry Buy : Rp 1.545 – Rp 1.590 per saham

Target Price : Rp 1.655 – Rp1.690 per saham

Support  : Rp 1.520 – Rp 1.545 per saham

Cut loss : Rp 1.510 per saham

2. PT Astra Otopart Tbk (AUTO)

Entry Buy : Rp 1.945 – Rp 1.995 per saham

Target Price : Rp 2.060 – Rp 2.100 per saham

Support : Rp 1.930 – Rp 1.945 per saham

Cut loss : Rp 1.920 per saham

3. PT Jasa Marga Tbk (JSMR)

Entry Buy : Rp 3.750 – Rp 3.850 per saham

Target Price : Rp 4.040 – Rp 4.180 per saham

Support    : Rp 3.700 – Rp 3.750 per saham

Cut los  : Rp 3.680 per saham

4.PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM)

Entry Buy : Rp 2.270 – Rp2.330 per saham

Target Price : Rp 2.420 – Rp2.510 per saham

Support : Rp 2.240 – Rp2.270 per saham

Cut loss : Rp 2.220 per saham

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini