Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Asing Net Sell Rp 2,49 Triliun Kemarin, Ini Saham-Saham yang Paling Banyak Dilego

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambruk 3,84% atau terpangkas 248,55 poin ke level 6.223,38 pada perdagangan Selasa (18/3/2025).

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) IHSG sempat merosot 6% pada perdagangan sesi pertama sebelum akhirnya mempersempit penurunan pada perdagangan sesi kedua.

Sepanjang perdagangan Selasa,IHSG sempat menyentuh level terendah 6.011 dan level tertinggi 6.465.

Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 29,55 miliar dengan nilai transaksi Rp 19,28 triliun.

Terdapat 554 saham yang merosot, 118 saham yang menguat dan 139 saham lainnya stagnan.

Investor asing membukukan net sell atau jual bersih jumbo Rp 2,49 triliun di seluruh pasar.

Asing tercatat banyak melego saham-saham big cap perbankan pada Selasa.

Berikut 10 saham net sell terbesar asing pada Selasa:

1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1,53 triliun
2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 642,7 miliar
3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 361,22 miliar
4. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 120,45 miliar
5. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp 48,94 miliar
6. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 48,27 miliar
7. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 42,76 miliar
8. PT PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 31,35 miliar 
9. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 29,08 miliar
10. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 26,43 miliar

Komentar