Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Asing Net Sell Rp 2,49 Triliun Kemarin, Ini Saham-Saham yang Paling Banyak Dilego

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambruk 3,84% atau terpangkas 248,55 poin ke level 6.223,38 pada perdagangan Selasa (18/3/2025).

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) IHSG sempat merosot 6% pada perdagangan sesi pertama sebelum akhirnya mempersempit penurunan pada perdagangan sesi kedua.

Sepanjang perdagangan Selasa,IHSG sempat menyentuh level terendah 6.011 dan level tertinggi 6.465.

Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 29,55 miliar dengan nilai transaksi Rp 19,28 triliun.

Terdapat 554 saham yang merosot, 118 saham yang menguat dan 139 saham lainnya stagnan.

Investor asing membukukan net sell atau jual bersih jumbo Rp 2,49 triliun di seluruh pasar.

Asing tercatat banyak melego saham-saham big cap perbankan pada Selasa.

Berikut 10 saham net sell terbesar asing pada Selasa:

1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1,53 triliun
2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 642,7 miliar
3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 361,22 miliar
4. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 120,45 miliar
5. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp 48,94 miliar
6. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 48,27 miliar
7. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 42,76 miliar
8. PT PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 31,35 miliar 
9. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 29,08 miliar
10. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 26,43 miliar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini