Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

IHSG Jatuh 2,14% ke 6.245,2 di Sesi I Jumat (21/3), Top Losers LQ45: AMRT, CTRA, BBNI

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok 2% pada sesi pertama perdagangan Jumat (21/3). Mengutip RTI, indeks terkoreksi 2,14% atau 136,527 poin ke level 6.245,147.

Tercatat 503 saham turun, 110 saham naik, 166 saham stagnan. Total volume perdagangan 8,3 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 8,7 triliun.

Sebanyak 10 indeks sectoral menyeret IHSG ke zona merah. Tiga sector dengan penurunan terdalam yakni: IDX-Cyclic 3,02%, IDX-Basic 2,07%, dan IDX-NonCYC 2,41%.

Saham-saham top losers LQ45:

- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun 7,04% ke Rp 1.980

- PT Ciputra Development Tbk (CTRA) turun 5,70% ke Rp 745

- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 5,39% ke Rp 3.860

Saham-saham top gainers LQ45:

- PT AKR Coprorindo Tbk (AKRA) naik 1,36% ke Rp 1.115

- PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) naik 0,99% ke Rp 510

Pasar Asia-Pasifik bergerak beragam pada Jumat (21/3), dengan indeks Hang Seng Hong Kong anjlok lebih dari 2%, dipicu oleh ketidakpastian terkait ekonomi Amerika Serikat (AS).

Ringkasan Pergerakan Pasar

  • Hang Seng Index: Turun 1,90%, terseret oleh sektor kesehatan dan barang konsumsi siklikal.
  • CSI 300 China: Turun 1,11%.
  • Nikkei 225 Jepang: Naik 0,36%.
  • Topix Jepang: Naik 0,7%, mencapai level tertinggi sejak Juli 2024.
  • Kospi Korea Selatan: Naik 0,14%, sementara Kosdaq turun 0,38%.
  • S&P/ASX 200 Australia: Naik 0,37%.

Pasar masih dibayangi oleh ketidakpastian global, terutama terkait kebijakan suku bunga AS dan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)