Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

IHSG Jatuh 2,14% ke 6.245,2 di Sesi I Jumat (21/3), Top Losers LQ45: AMRT, CTRA, BBNI

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok 2% pada sesi pertama perdagangan Jumat (21/3). Mengutip RTI, indeks terkoreksi 2,14% atau 136,527 poin ke level 6.245,147.

Tercatat 503 saham turun, 110 saham naik, 166 saham stagnan. Total volume perdagangan 8,3 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 8,7 triliun.

Sebanyak 10 indeks sectoral menyeret IHSG ke zona merah. Tiga sector dengan penurunan terdalam yakni: IDX-Cyclic 3,02%, IDX-Basic 2,07%, dan IDX-NonCYC 2,41%.

Saham-saham top losers LQ45:

- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun 7,04% ke Rp 1.980

- PT Ciputra Development Tbk (CTRA) turun 5,70% ke Rp 745

- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 5,39% ke Rp 3.860

Saham-saham top gainers LQ45:

- PT AKR Coprorindo Tbk (AKRA) naik 1,36% ke Rp 1.115

- PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) naik 0,99% ke Rp 510

Pasar Asia-Pasifik bergerak beragam pada Jumat (21/3), dengan indeks Hang Seng Hong Kong anjlok lebih dari 2%, dipicu oleh ketidakpastian terkait ekonomi Amerika Serikat (AS).

Ringkasan Pergerakan Pasar

  • Hang Seng Index: Turun 1,90%, terseret oleh sektor kesehatan dan barang konsumsi siklikal.
  • CSI 300 China: Turun 1,11%.
  • Nikkei 225 Jepang: Naik 0,36%.
  • Topix Jepang: Naik 0,7%, mencapai level tertinggi sejak Juli 2024.
  • Kospi Korea Selatan: Naik 0,14%, sementara Kosdaq turun 0,38%.
  • S&P/ASX 200 Australia: Naik 0,37%.

Pasar masih dibayangi oleh ketidakpastian global, terutama terkait kebijakan suku bunga AS dan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025