Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bursa Asia- Dibuka Menguat Kamis (20/3), Setelah The Fed Menahan Suku Bunga

 

Buras Asia-Pasifik dibuka menguat mengikuti kenaikan di Wall Street Kamis (setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya.

Bank sentral AS juga menyatakan bahwa kemungkinan terjadinya perlambatan ekonomi yang parah cukup kecil.

Indeks S&P/ASX 200 Australia dibuka naik 0,77%. Sementara itu, futures indeks Hang Seng Hong Kong berada di 24.719, lebih rendah dibandingkan dengan penutupan terakhir 24.771,14.

Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,64% pada pembukaan, sementara indeks Kosdaq yang berisi saham berkapitalisasi kecil juga menguat 0,55%.

Pasar Jepang ditutup karena hari libur nasional.

Keputusan Suku Bunga China

Investor di Asia kini menanti keputusan Loan Prime Rate (LPR) bulanan dari Bank Sentral China (PBOC).

Diperkirakan bahwa suku bunga LPR satu tahun, yang mempengaruhi pinjaman korporasi dan sebagian besar pinjaman rumah tangga di China, akan tetap di 3,1%, sementara LPR lima tahun dipertahankan di 3,6%.

The Fed Tahan Suku Bunga, Proyeksi Dua Pemotongan di 2025

Pada hari Rabu, The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25% - 4,5%, namun mengindikasikan bahwa mereka masih memperkirakan dua kali pemotongan suku bunga tahun ini.

Dalam proyeksinya, The Fed memperkirakan inflasi akan meningkat serta pertumbuhan ekonomi akan melambat.

Meski ada kekhawatiran resesi, Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa kemungkinan perlambatan ekonomi yang parah cukup kecil.

Keputusan The Fed ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan mitra dagang utama.

Sementara itu, futures saham AS tidak banyak berubah setelah tiga indeks utama di Wall Street ditutup menguat, merespons kebijakan The Fed yang tetap mempertahankan rencana pemangkasan suku bunga.

Dow Jones Industrial Average naik 383,32 poin (0,92%) dan ditutup di 41.964,63.

S&P 500 menguat 1,08% menjadi 5.675,29.

Nasdaq Composite melonjak 1,41% dan berakhir di 17.750,79.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini