Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Rupiah di Pasar Spot Pagi Ini Terperosok ke Rp 16.640 per Dolar AS, Selasa (25/3)

 

Rupiah di pasar spot bergerak berada di level Rp 16.640 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (25/3/2025).

Mengutip Bloomberg, Ini membuat rupiah melemah 0,43% ke level Rp 16.640 per dolar AS dibanding penutupan Senin (24/3) yang berada di level Rp 16.568 per dolar AS. 

Sebelumnya, Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin mengatakan, para investor masih berhati-hati menunggu kejelasan tentang putaran tarif berikutnya dari kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump. 

"Ini memberi dorongan bagi penguatan dolar AS," ujarnya, Senin (24/3).

Kebijakan ekonomi pemerintah Indonesia, termasuk rencana pengeluaran besar untuk Program Makan Bergizi Gratis turut menimbulkan kekhawatiran mengenai defisit anggaran yang melebar.

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo meyebutkan, kinerja dolar AS tetap menjadi faktor utama penekan rupiah. Selain itu, perang tarif dan konflik di Timur Tengah terus memengaruhi kepercayaan investor.

Sutopo memperkirakan rupiah di Rp 16.500–Rp 16.600 pada Selasa (24/3). Nanang memperkirakan rupiah melemah di Rp 16.500–Rp 16.700.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini