Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Saratoga Investama (SRTG) Siapkan Dana US$ 150 Juta untuk Investasi di 2024

 

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) menargetkan dana untuk investasi sebesar US$ 100 juta - US$ 150 juta di tahun 2024.

Investor Relations SRTG Ryan Sual mengatakan, target dana investasi SRTG setiap tahunnya sebenarnya sama. Namun, hal itu juga bergantung pada kondisi pasar domestik.

“Angka tersebut tak hanya dialokasikan untuk perusahaan baru, tapi juga mengikutsertakan investasi pada portofolio yang sudah ada,” ujarnya saat ditemui Kontan.co.id, Selasa (28/11). 

Sebab, ada beberapa portofolio investasi SRTG yang masih butuh tambahan modal agar mereka bisa bertumbuh lebih.

“Tentunya, target ini tetap kami pegang, tapi tetap melihat peluang yang tepat di tahun depan,” kata Ryan.

Namun, SRTG tidak harus menghabiskan dana sebesar target tersebut jika SRTG menilai tidak ada paluang investasi yang bagus.

Jika ada keharusan, kata Ryan, ditakutkan dana harus tetap keluar dan tidak memandang apakah peluang itu baik atau buruk

“Secara aktivitas investasi, kesannya memang jadi bagus, tetapi secara kualitas mungkin tidak akan begitu,” paparnya.

Terkait sumber pendanaan, SRTG mendapatkannya secara konsisten dari dividen. 

Namun, Ryan belum bisa menyampaikan estimasi berapa dividen yang akan diterima SRTG di akhir tahun 2023.  “Namun, penerimaan dividen di laporan keuangan sebesar Rp 2,9 triliun per September 2023,” tuturnya.

Ryan mengungkapkan, modal dari pihak luar hanya berupa pinjaman dari bank. “Itu juga sifatnya hanya fasilitas yang hanya akan kami tarik jika diperlukan,” ungkapnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini