Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Menilik Kemajuan Proyek Smelter Aluminium Milik Adaro Minerals (ADMR)

 

Proyek pembangunan pabrik pengolahan atau smelter aluminium milik PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) terus bergulir.

Smelter aluminium ini berada di bawah naungan PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI), dimana ADMR menguasai 65% saham Kalimantan Aluminium Industry. Sehingga, nantinya ADMR berhak atas laba yang dihasilkan oleh Kalimantan Aluminium Industry yang akan disalurkan melalui dividen.

Smelter ini akan menjadi batu loncatan transformasi green business Adaro Group. Direktur ADMR Wito Krisnahadi menimpali, bahan baku smelter ini dapatkan dari alumina refinery, sebelum akhirnya diolah menjadi aluminium.

“ADMR telah bekerja sama dengan beberapa supplier alumina, yang kami utamakan dari dalam negeri,” kata Wito.

Pada September 2023, telah dilakukan pembukaan lahan untuk mess permanen, fasilitas jetty, pergudangan, hingga bengkel alat berat. Smelter tersebut telah memulai pekerjaan tiang pancang untuk pondasi area smelter aluminium. Pada kuartal ini, Kalimantan Aluminium Industry akan terus melakukan pekerjaan penggalian dan perataan lahan.

Investor Relation Manager Adaro Minerals Indonesia Danuta Komar mengatakan, pembangunan smelter ini akan dilakukan dalam 3 tahap, dengan kapasitas masing-masing tahap smelter berjumlah 500.000 ton. Sehingga, jika nantinya rampung, smelter aluminium ini memiliki kapasitas hingga 1,5 juta ton aluminium per tahun.

Saat ini ADMR sedang merampungkan pembangunan smelter tahap I dengan kapasitas 500.000 ton. “Tahap I diperkirakan masuk tahap commercial operation date (COD) pada 2025. Pada kuartal II-2023 ADMR telah menyelesaikan pendanaan untuk smelter tahap I ini,” kata Danuta.

ADMR mengalokasikan belanja modal senilai US$ 2 miliar untuk Pembangunan smelter tahap I ini. Untuk saat ini, ADMR masih berfokus menggunakan ekuitas untuk mendanai Pembangunan smelter, meskipun ADMR sudah mendapatkan fasilitas pendanaan. “Sudah dapat pendanaan secara full sampai beroperasi di 2025,” sambung Wito.

Per kuartal III-2023, ADMR telah menggunakan capex US$  95,7 juta. Angka ini sudah melebihi proyeksi capex untuk tahun ini di kisaran US$ 70  juta. Penggunaan capex yang melebihi estimasi disebabkan oleh Pembangunan fasilitas infrastruktur di Maruwai Coal dan juga Pembangunan infrastruktur smelter.

Saat ini ADMR masih dalam tahap finalisasi anggaran belanja modal untuk tahun depan. Rencananya ADMR akan menyampaikan panduan belanja modal dan juga panduan operasional lainnya di awal tahun depan. Namun, manajemen ADMR menyebut penganggaran capex masih akan berfokus untuk kelanjutan pembangunan smelter maupun infrastruktur tambang batubara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025