Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Menilik Kemajuan Proyek Smelter Aluminium Milik Adaro Minerals (ADMR)

 

Proyek pembangunan pabrik pengolahan atau smelter aluminium milik PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) terus bergulir.

Smelter aluminium ini berada di bawah naungan PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI), dimana ADMR menguasai 65% saham Kalimantan Aluminium Industry. Sehingga, nantinya ADMR berhak atas laba yang dihasilkan oleh Kalimantan Aluminium Industry yang akan disalurkan melalui dividen.

Smelter ini akan menjadi batu loncatan transformasi green business Adaro Group. Direktur ADMR Wito Krisnahadi menimpali, bahan baku smelter ini dapatkan dari alumina refinery, sebelum akhirnya diolah menjadi aluminium.

“ADMR telah bekerja sama dengan beberapa supplier alumina, yang kami utamakan dari dalam negeri,” kata Wito.

Pada September 2023, telah dilakukan pembukaan lahan untuk mess permanen, fasilitas jetty, pergudangan, hingga bengkel alat berat. Smelter tersebut telah memulai pekerjaan tiang pancang untuk pondasi area smelter aluminium. Pada kuartal ini, Kalimantan Aluminium Industry akan terus melakukan pekerjaan penggalian dan perataan lahan.

Investor Relation Manager Adaro Minerals Indonesia Danuta Komar mengatakan, pembangunan smelter ini akan dilakukan dalam 3 tahap, dengan kapasitas masing-masing tahap smelter berjumlah 500.000 ton. Sehingga, jika nantinya rampung, smelter aluminium ini memiliki kapasitas hingga 1,5 juta ton aluminium per tahun.

Saat ini ADMR sedang merampungkan pembangunan smelter tahap I dengan kapasitas 500.000 ton. “Tahap I diperkirakan masuk tahap commercial operation date (COD) pada 2025. Pada kuartal II-2023 ADMR telah menyelesaikan pendanaan untuk smelter tahap I ini,” kata Danuta.

ADMR mengalokasikan belanja modal senilai US$ 2 miliar untuk Pembangunan smelter tahap I ini. Untuk saat ini, ADMR masih berfokus menggunakan ekuitas untuk mendanai Pembangunan smelter, meskipun ADMR sudah mendapatkan fasilitas pendanaan. “Sudah dapat pendanaan secara full sampai beroperasi di 2025,” sambung Wito.

Per kuartal III-2023, ADMR telah menggunakan capex US$  95,7 juta. Angka ini sudah melebihi proyeksi capex untuk tahun ini di kisaran US$ 70  juta. Penggunaan capex yang melebihi estimasi disebabkan oleh Pembangunan fasilitas infrastruktur di Maruwai Coal dan juga Pembangunan infrastruktur smelter.

Saat ini ADMR masih dalam tahap finalisasi anggaran belanja modal untuk tahun depan. Rencananya ADMR akan menyampaikan panduan belanja modal dan juga panduan operasional lainnya di awal tahun depan. Namun, manajemen ADMR menyebut penganggaran capex masih akan berfokus untuk kelanjutan pembangunan smelter maupun infrastruktur tambang batubara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)