Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Lalu Lintas di Jalan Tol Melonjak, Begini Rekomendasi Saham Jasa Marga (JSMR)

 

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatat sebanyak 197.034 kendaraan kembali ke wilayah Jabotabek pada Hari Raya Natal 2023, Senin (25/12).

Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Barrier/Utama, yaitu GT Cikupa (dari arah Merak), GT Ciawi (dari arah Puncak), dan GT Cikampek Utama (dari arah Trans Jawa) dan GT Kalihurip Utama (dari arah Bandung). 

Corporate Communication and Community Development Group Head JSMR Lisye Octaviana mengatakan, total volume lalin yang kembali ke wilayah Jabotabek ini meningkat 43,76% jika dibandingkan lalin normal, yaitu 137.054 kendaraan melintas.

“Jika dibandingkan dengan periode Natal 2022, total volume lalin ini meningkat 10,03% dari 179.068 kendaraan,” ujarnya dalam siaran pers yang dilansir Kamis (28/12).

Di saat yang bersamaan, JSMR juga menerapkan diskon tarif tol sebesar 10% untuk Jalan Tol Trans Jawa pada saat prediksi arus puncak libur Nataru 2023/2024.

Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto melihat, lonjakan trafik di jalan tol pada akhir tahun diperkirakan bisa meningkatkan pendapatan JSMR.

“Namun, kenaikan pendapatannya tidak akan terlalu signifikan, karena terdapat diskon tarif tol sebesar 10%,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (28/12).

JSMR sendiri dilihat tengah mendapat sentimen positif dari lonjakan laba di kuartal III 2023 dan sejumlah perilisan proyek. 

“Kinerja JSMR di kuartal III kemarin terjadi lonjakan laba yang signifikan akibat penerapan PSAK 22 mengenai penyertaan investasi pada reksadana penyertaan terbatas (RDPT),” ungkapnya.

Pandhu melihat, outlook operasional JSMR cenderung positif pada tahun 2024. Terlebih, ada upaya pelepasan Jalan Tol Trans-Jawa (JTT) yang diperkirakan rampung pada semester I 2024. Upaya divestasi itu dinilai akan memberikan tambahan laba untuk JSMR di luar dari operasional.

“Selain itu, tambahan modal segar dari divestasi tersebut dapat digunakan Perseroan untuk mendanai pembangunan proyek baru dan diharapkan dapat mendongkrak kinerja di masa mendatang,” paparnya.

Pandhu melihat kinerja JSMR secara teknikal masih menarik. Sehingga, dia pun merekomendasikan buy on weakness untuk saham JSMR dengan target harga di range Rp 4.650 - Rp 4.750 per saham.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini