Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Rupiah Berpeluang Menguat Pada Rabu Simak Sentimen Penggeraknya

 

Rupiah ditutup melemah di seluruh pasar pada perdagangan Selasa (5/12). Di pasar spot, rupiah melemah 0,27% ke Rp 15.505 per dolar Amerika Serikat (AS) dan di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia turun 0,38% ke Rp 15.504 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pelemahan rupiah sejalan dengan meningkatnya sentimen risk-off menjelang rilis data AS. Sentimen risk-off juga didorong oleh rilis Moody’s yang merevisi outlook menjadi negatif untuk China.

"Rilis Moody’s tersebut mengafirmasi kekhawatiran terkait utang-utang China serta prospek perekonomian ke depannya," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (5/12).

Untuk Rabu (6/12), Josua menilai rupiah berpotensi menguat sejalan dengan proyeksi penurunan JOLTS Job Openings di AS. Penurunan data tersebut berimplikasi bahwa pasar tenaga kerja AS cenderung semakin melonggar, dan diprediksi mendorong penurunan ekspektasi inflasi.

Sementara itu, Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong berpendapat rupiah berpotensi melemah terbatas. Sebab dolar AS diperkirakan akan melanjutkan rebound dari oversold pada hari Jumat minggu lalu.

"Dengan absennya data ekonomi penting dari dalam maupun luar negeri, investor cenderung wait and see menantikan data penting tenaga AS NFP.

Ia memperkirakan, pada Rabu (6/12)  rupiah bergerak pada rentang Rp 15.450 - Rp 15.550 per dolar AS. 

Sementara Josua memprediksi rupiah dikisaran Rp 15.425 - Ro 15.525 per dolar AS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)