Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Wall Street: S&P 500 Meraih Kenaikan Tipis, Menggoda Mengonfirmasi Pasar Bullish

 

S&P 500 ditutup lebih tinggi secara nominal pada hari Kamis (28/12), mengoreksi kenaikan awal sebelum bel penutupan pada hari perdagangan terakhir di tahun 2023.

Indeks acuan ini mengakhiri sesi dengan volume yang tipis hanya 0,3% dari rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada 3 Januari 2022.

Melansir Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 53,58 poin atau 0,14% menjadi 37.710,1, S&P 500 menguat 1,77 poin atau 0,04% menjadi 4.783,35, dan Nasdaq Composite turun 4,04 poin, atau 0,03%, menjadi 15.095,14.

Di antara 11 sektor utama S&P 500, sektor utilitas mengalami persentase kenaikan terbesar. Saham-saham energi mengalami penurunan terbesar, terbebani oleh merosotnya

Indeks blue-chip Dow berakhir sedikit hijau sementara Nasdaq ditutup sedikit lebih rendah. Ketiga indeks tetap berada di jalur kenaikan bulanan, kuartalan, dan tahunan.

"Ini adalah salah satu reli akhir tahun terbaik yang pernah kami lihat dan banyak dari reli ini terjadi sebelum pivot The Fed pada pertengahan Desember," kata Ryan Detrick, kepala strategi pasar di Carson Group di Omaha.

"Ini adalah pengingat yang bagus tentang seberapa jauh kita telah datang dari kedalaman pasar bearish tahun lalu dan pengingat bagi para investor bahwa awan gelap bisa saja terjadi, tetapi matahari selalu muncul lagi," tambah Detrick.

Seandainya S&P 500 menetap di atas level penutupan tertinggi sepanjang masa sebelumnya, itu akan mengkonfirmasi bahwa indeks acuan memasuki pasar bullish saat mencapai palung penutupan pasar bearish pada Oktober 2022.

"Mencapai level tertinggi baru setelah dua tahun bisa menjadi tanda halus bahwa kekuatan ekonomi akan terjadi pada tahun 2024," kata Detrick.

Data yang dirilis pada pagi hari, termasuk klaim pengangguran, penjualan rumah yang tertunda, dan perdagangan/inventaris awal semuanya menggambarkan ekonomi yang melemah tetapi tangguh.

Skenario ini telah membantu memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuan lebih cepat dari yang diharapkan dan dapat melakukan soft landing dengan menghindari resesi.

Pada pandangan terakhir, pasar keuangan telah memperhitungkan probabilitas 74,1% bahwa para pembuat kebijakan akan memangkas suku bunga acuan Fed sebesar 25 basis poin di bulan Maret, menurut FedWatch CME Tool.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini