Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Kinerja Berpeluang Tumbuh Terbatas di 2024, Simak Rekomendasi Saham CPO Berikut Ini

 

Kinerja emiten crude palm oil (CPO) berpeluang bakal lebih baik di tahun 2024. Namun, Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Yasmin Soulisa mengatakan, pertumbuhan kinerja emiten CPO di tahun 2024 masih akan terbatas. 

Dari segi harga CPO, kemungkinan di tahun depan akan ada kenaikan dari tahun ini. Yasmin memperkirakan, harga rata-rata akan berada di RM 3.900 per ton di akhir tahun 2023 dan kemungkinan akan ke RM 4.500 per ton pada tahun 2024.

“Hal itu didukung suplai yang pertumbuhannya juga melambat,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (1/12).

Yasmin memperkirakan, produksi CPO di tahun 2024 juga masih akan berada di single digit.  “Namun, isu dampak dari El Nino kemungkinan akan membantu mengerek harga CPO,” ungkapnya.

Terkait kemungkinan diversifikasi bisnis emiten CPO, kata Yasmin, produsen CPO masih belum banyak yang mau diversifikasi di biodiesel dalam waktu dekat.

“Produsen CPO yang diversifikasi ke biodiesel masih sedikit, karena margin yang masih lebih menarik di upstream,” tuturnya.

Dari sejumlah saham emiten CPO, Yasmin pun merekomendasikan beli saham AALI, DSNG, dan TAPG dengan target harga masing-masing Rp 8.600, Rp 760, dan Rp 640 per saham.

Ia juga menyarankan hold untuk saham LSIP, SIMP, dan TBLA dengan target harga masing-masing Rp 1.050, Rp 400, dan Rp 910 per saham.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)