Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Intip Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Pilihan Analis untuk Rabu

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada perdagangan Selasa (5/12). IHSG naik 0,10% ke level 7.100,86. 

Menurut Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang, pergerakan IHSG dipengaruhi sentimen penemuan laporan kasus bakteri penyebab pneumonia di Indonesia dan tengah diverifikasi jumlah kasusnya oleh pemerintah.

"Hal ini memicu rebound pada saham emiten sektor kesehatan pada perdagangan Selasa (5/12). Sentimen ini diperkirakan akan mempengaruhi saham sektor kesehatan secara jangka pendek," kata Alrich kepada Kontan.co.id, Selasa (5/12).

Selain itu, ekspektasi pasar bahwa The Fed dan ECB yang akan menahan suku bunga acuan di Desember 2023 juga mempengaruhi pergerakan IHSG. Ini membangun keyakinan bahwa BI juga akan mengambil langkah serupa.

Secara teknikal, Stochastic Relative Strength Index (RSI) mengindikasikan sinyal deathcross di overbought area. Dus, Alrich memperkirakan, IHSG akan menguji level support di 7.050-7.150 pada Rabu (6/12).

Sementara, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, IHSG pada Rabu (6/12) rawan koreksi. "Kami perkirakan, pasar akan menanti rilis data pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang akan berlangsung nanti malam dan pengumuman neraca dagang AS yang akan berlangsung besok," ungkap Herditya kepada Kontan.co.id, Selasa (5/12).

Herditya bilang, di sisi lain dengan adanya peningkatan kasus Covid di Singapura dan Malaysia juga rawan mempengaruhi gerak IHSG. 

Herditya memproyeksikan IHSG akan bergerak dengan rentang 7.022-7.093 pada Rabu (6/12).

Untuk saham pilihan, ia merkeomendasikan buy saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) dengan target harga Rp 430-440 per saham, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) dengan target harga Rp 1.000-1.055 per saham, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dengan target harga Rp 1.750-1.800.

Sementara saham pilihan Alrich yaitu PT Astra International Tbk (ASII), PT Global Mediacom Tbk (BMTR), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini