Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Intip Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Pilihan Analis untuk Rabu

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada perdagangan Selasa (5/12). IHSG naik 0,10% ke level 7.100,86. 

Menurut Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang, pergerakan IHSG dipengaruhi sentimen penemuan laporan kasus bakteri penyebab pneumonia di Indonesia dan tengah diverifikasi jumlah kasusnya oleh pemerintah.

"Hal ini memicu rebound pada saham emiten sektor kesehatan pada perdagangan Selasa (5/12). Sentimen ini diperkirakan akan mempengaruhi saham sektor kesehatan secara jangka pendek," kata Alrich kepada Kontan.co.id, Selasa (5/12).

Selain itu, ekspektasi pasar bahwa The Fed dan ECB yang akan menahan suku bunga acuan di Desember 2023 juga mempengaruhi pergerakan IHSG. Ini membangun keyakinan bahwa BI juga akan mengambil langkah serupa.

Secara teknikal, Stochastic Relative Strength Index (RSI) mengindikasikan sinyal deathcross di overbought area. Dus, Alrich memperkirakan, IHSG akan menguji level support di 7.050-7.150 pada Rabu (6/12).

Sementara, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, IHSG pada Rabu (6/12) rawan koreksi. "Kami perkirakan, pasar akan menanti rilis data pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang akan berlangsung nanti malam dan pengumuman neraca dagang AS yang akan berlangsung besok," ungkap Herditya kepada Kontan.co.id, Selasa (5/12).

Herditya bilang, di sisi lain dengan adanya peningkatan kasus Covid di Singapura dan Malaysia juga rawan mempengaruhi gerak IHSG. 

Herditya memproyeksikan IHSG akan bergerak dengan rentang 7.022-7.093 pada Rabu (6/12).

Untuk saham pilihan, ia merkeomendasikan buy saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) dengan target harga Rp 430-440 per saham, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) dengan target harga Rp 1.000-1.055 per saham, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dengan target harga Rp 1.750-1.800.

Sementara saham pilihan Alrich yaitu PT Astra International Tbk (ASII), PT Global Mediacom Tbk (BMTR), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)