Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bursa Asia Mayoritas Menghijau pada Perdagangan Terakhir 2023, Jumat (29/12)

 

Pasar Asia-Pasifik sebagian besar bergerak lebih tinggi pada hari perdagangan terakhir tahun 2023, Jumat (29/12).

Dengan investor menilai prospek perusahaan kendaraan listrik setelah Xiaomi dari China meluncurkan mobil listrik pertamanya.

Pada dini hari Jumat, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,37%, mendingin dari kenaikan dua sesi berturut-turut, tetapi masih naik 7,76% untuk tahun ini.

Pasar China dan Hong Kong akan diawasi dengan ketat setelah perusahaan elektronik Xiaomi pada hari Kamis merinci rencana untuk memasuki pasar kendaraan listrik China yang sudah jenuh.

Perusahaan ini berusaha untuk bersaing dengan raksasa produsen mobil Tesla dan Porsche dengan model mobil yang dikatakannya menghabiskan lebih dari 10 miliar yuan (US$1,4 miliar) untuk pengembangannya.

Kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng Hong Kong berada di 17.222, menunjukkan pembukaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan penutupan HSI di 17.043,53.

Indeks China dan Hong Kong menguat masing-masing lebih dari 2% pada sesi sebelumnya, tetapi masih menjadi persentase penurunan terbesar untuk tahun ini di antara pasar-pasar utama Asia-Pasifik.

Indeks CSI 300 China turun 11,8% untuk tahun ini dan Hang Seng telah anjlok 13,8% di tahun 2023.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,16% pada pembukaan. Indeks ini telah naik 28,5% sepanjang tahun ini, menjadikannya pasar dengan kinerja terbaik di Asia.

Indeks Topix naik 0,12%, setelah melonjak lebih dari 25% pada tahun 2023.

Kospi Korea Selatan naik 1,60% pada pembukaan dan Kosdaq yang berkapitalisasi kecil bertambah 0,79%.

Kospi telah naik 18,7% pada tahun 2023, sementara Kosdaq telah melonjak 27,5%.

Semalam, S&P 500 ditutup sedikit lebih tinggi pada hari Kamis, mendekati level tertinggi baru sepanjang masa di hari perdagangan terakhir dari tahun yang kuat untuk saham.

Indeks S&P 500 bertambah 0,04% dan berakhir di 4.783,35, menempatkannya dalam jarak dekat dengan level penutupan tertinggi di 4.796,56 yang ditetapkan pada Januari 2022.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,14% dan mencatat rekor penutupan tertinggi baru. Nasdaq Composite turun tipis 0,03%. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini