Bursa Asia Beragam, Mayoritas Indeks Naik pada Selasa (28/4) Pagi

  Bursa Asia dibuka beragam pada perdagangan Selasa (28/4/2026), dengan mayoritas indeks naik. Mengutip Bloomberg, pukul 08.27 WIB, indeks Nikkei 225 turun 331,95 poin atau 0,57% ke 60.196,23, Hang Seng turun 111,28 poi atau 0,43% ke 25.814,37, Taiex naik 86,36 poin atau 0,21% ke 39.699,70, Kospi naik 87,32 poin atau 1,31% ke 6.701,95, ASX 200 turun 42,95 poin atau 0,49% ke 8.723,40, Straits Times naik 33,30 poin atau 0,68% ke 4.925,12 dan FTSE Malaysia naik 9.30 poin atau 0,54% ke 1.726,57. Bursa Asia bergerak variasi namun masih bertahan di dekat level tertinggi sejak akhir Februari karena para pedagang menanti katalis baru dari Timur Tengah, serta serangkaian keputusan bank sentral dan pendapatan dari perusahaan-perusahaan teknologi besar pekan ini. Mengutip Bloomberg, bank sentral di dunia secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya. Investor kini mengalihkan fokus ke laporan pendapatan raksasa teknologi untuk menguji apakah reli saham baru-baru ini ...

Intip Peluang Investasi di 2024, Saratoga Investama (SRTG) Siapkan Dana US$ 150 Juta

 

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) sudah mulai mengintip peluang investasi di tahun 2024.

SRTG bahkan sudah menargetkan dana untuk investasi sebesar US$ 100 juta - US$ 150 juta di tahun 2024.

Investor Relations SRTG Ryan Sual mengatakan, target dana investasi SRTG setiap tahunnya sebenarnya sama. Namun, hal itu juga bergantung pada kondisi pasar domestik.

“Angka tersebut tak hanya dialokasikan untuk perusahaan baru, tapi juga mengikutsertakan investasi pada portofolio yang sudah ada,” ujarnya saat ditemui Kontan.co.id, Selasa (28/11). 

Sebab, ada beberapa portofolio investasi SRTG yang masih butuh tambahan modal agar mereka bisa bertumbuh lebih.

“Tentunya, target ini tetap kami pegang, tapi tetap melihat peluang yang tepat di tahun depan,” kata Ryan.

Namun, SRTG tidak harus menghabiskan dana sebesar target tersebut jika SRTG menilai tidak ada paluang investasi yang bagus.

Jika ada keharusan, kata Ryan, ditakutkan dana harus tetap keluar dan tidak memandang apakah peluang itu baik atau buruk

“Secara aktivitas investasi, kesannya memang jadi bagus, tetapi secara kualitas mungkin tidak akan begitu,” paparnya.

Terkait sumber pendanaan, SRTG mendapatkannya secara konsisten dari dividen. 

Namun, Ryan belum bisa menyampaikan estimasi berapa dividen yang akan diterima SRTG di akhir tahun 2023.  “Namun, penerimaan dividen di laporan keuangan sebesar Rp 2,9 triliun per September 2023,” tuturnya.

Ryan mengungkapkan, modal dari pihak luar hanya berupa pinjaman dari bank. “Itu juga sifatnya hanya fasilitas yang hanya akan kami tarik jika diperlukan,” ungkapnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)