Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Intip Peluang Investasi di 2024, Saratoga Investama (SRTG) Siapkan Dana US$ 150 Juta

 

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) sudah mulai mengintip peluang investasi di tahun 2024.

SRTG bahkan sudah menargetkan dana untuk investasi sebesar US$ 100 juta - US$ 150 juta di tahun 2024.

Investor Relations SRTG Ryan Sual mengatakan, target dana investasi SRTG setiap tahunnya sebenarnya sama. Namun, hal itu juga bergantung pada kondisi pasar domestik.

“Angka tersebut tak hanya dialokasikan untuk perusahaan baru, tapi juga mengikutsertakan investasi pada portofolio yang sudah ada,” ujarnya saat ditemui Kontan.co.id, Selasa (28/11). 

Sebab, ada beberapa portofolio investasi SRTG yang masih butuh tambahan modal agar mereka bisa bertumbuh lebih.

“Tentunya, target ini tetap kami pegang, tapi tetap melihat peluang yang tepat di tahun depan,” kata Ryan.

Namun, SRTG tidak harus menghabiskan dana sebesar target tersebut jika SRTG menilai tidak ada paluang investasi yang bagus.

Jika ada keharusan, kata Ryan, ditakutkan dana harus tetap keluar dan tidak memandang apakah peluang itu baik atau buruk

“Secara aktivitas investasi, kesannya memang jadi bagus, tetapi secara kualitas mungkin tidak akan begitu,” paparnya.

Terkait sumber pendanaan, SRTG mendapatkannya secara konsisten dari dividen. 

Namun, Ryan belum bisa menyampaikan estimasi berapa dividen yang akan diterima SRTG di akhir tahun 2023.  “Namun, penerimaan dividen di laporan keuangan sebesar Rp 2,9 triliun per September 2023,” tuturnya.

Ryan mengungkapkan, modal dari pihak luar hanya berupa pinjaman dari bank. “Itu juga sifatnya hanya fasilitas yang hanya akan kami tarik jika diperlukan,” ungkapnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025