Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Pasar Segera Buka, Intip Proyeksi IHSG untuk Perdagangan pada Hari Ini (4/12)

 

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih diwarnai banyak sentimen pada perdagangan hari ini (3/12).

Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menilai, salah satu sentimen datang dari pergerakan bursa saham global yang masih cenderung berhati-hati.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat terbatas pada Jumat (1/12) seiring kekhawatiran investor dengan potensi resesi global. Hal ini membuat Bursa saham di Asia-Pasifik juga diperkirakan akan melemah pada Senin (4/12).

Sentimen juga datang dari pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang masih melemah. Rupiah ditutup melemah 0,29 % ke level Rp14. 425 per dolar AS pada Jumat (1/12).

Pelemahan nilai tukar rupiah dapat menghambat kinerja ekspor dan meningkatkan biaya impor, yang dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Namun, terdapat sentimen domestik yang cenderung positif terhadap pasar saham. Salah satunya datang dari data perekonomian Indonesia pada November 2023 yang menunjukkan perbaikan, seperti pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,01 % dan inflasi yang masih terkendali.

“Hal ini dapat memberikan dukungan bagi IHSG,” terang Sukarno kepada Kontan.co.id, Minggu (3/12).

Dus, proyeksi dia IHSG akan bergerak di rentang support 7.010 dan resistance 7.109 pada perdagangan Senin (3/12)

Sebagai gambaran, IHSG ditutup melemah 0,29% ke level 7.059,906 pada perdagangan Jumat (1/12). IHSG berhasil menguat tipis 0,72% dalam sepekan.  Bersamaan, investor asing melakukan aksi beli bersih alias net buy senilai Rp 543,26 miliar dalam sepekan di pasar reguler.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)