Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Pasar Segera Buka, Intip Proyeksi IHSG untuk Perdagangan pada Hari Ini (4/12)

 

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih diwarnai banyak sentimen pada perdagangan hari ini (3/12).

Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menilai, salah satu sentimen datang dari pergerakan bursa saham global yang masih cenderung berhati-hati.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat terbatas pada Jumat (1/12) seiring kekhawatiran investor dengan potensi resesi global. Hal ini membuat Bursa saham di Asia-Pasifik juga diperkirakan akan melemah pada Senin (4/12).

Sentimen juga datang dari pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang masih melemah. Rupiah ditutup melemah 0,29 % ke level Rp14. 425 per dolar AS pada Jumat (1/12).

Pelemahan nilai tukar rupiah dapat menghambat kinerja ekspor dan meningkatkan biaya impor, yang dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Namun, terdapat sentimen domestik yang cenderung positif terhadap pasar saham. Salah satunya datang dari data perekonomian Indonesia pada November 2023 yang menunjukkan perbaikan, seperti pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,01 % dan inflasi yang masih terkendali.

“Hal ini dapat memberikan dukungan bagi IHSG,” terang Sukarno kepada Kontan.co.id, Minggu (3/12).

Dus, proyeksi dia IHSG akan bergerak di rentang support 7.010 dan resistance 7.109 pada perdagangan Senin (3/12)

Sebagai gambaran, IHSG ditutup melemah 0,29% ke level 7.059,906 pada perdagangan Jumat (1/12). IHSG berhasil menguat tipis 0,72% dalam sepekan.  Bersamaan, investor asing melakukan aksi beli bersih alias net buy senilai Rp 543,26 miliar dalam sepekan di pasar reguler.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini