Harga minyak naik pada perdagangan awal pekan ini. Mengutip Bloomberg,

  Harga minyak naik pada perdagangan awal pekan ini. Mengutip Bloomberg, Senin (22/6/2026) pukul 07.33 WIB, Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus 2026 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 77,55 per barel, naik 2,24% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 75,85 per barel. Harga minyak naik setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran jika Hizbullah terus menyerang Israel. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang kemajuan perundingan perdamaian antara Washington dan Teheran. Negosiasi antara Iran dan AS pada Minggu (21/6) di Swiss kurang mulus lantaran media Iran melaporkan bahwa Iran menghentikan pembicaraan di Swiss setelah ancaman Trump. Baca Juga: Rupiah Masih Berpeluang Tertekan pada Senin (22/6), Simak Sentimen Penggeraknya Namun, orang-orang yang mengetahi masalah tersebut mengatakan bahwa negosiasi dilanjutkan. Pertemuan tingkat tinggi di Swiss berlangsung di awal periode negosiasi selama 60 hari, setelah Trump menandatanga...

Begini Rekomendasi Saham untuk Hari Ini (4/12), IHSG Diproyeksi Lanjut Melemah

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,29% ke level 7.059,906 pada perdagangan Jumat (1/12). Analis memperkirakan, IHSG melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini (4/12)

Analis Phintraco Sekuritas Rio Febrian memprediksi, IHSG akan melemah ke level 7.050, yang didukung dari stochastic RSI yang sudah berada di overbought area serta positive slope pada MACD.

Ada sejumlah sentimen yang mempengaruhi gerak IHSG besok. Dari dalam negeri, pasar mencermati rilis data purchasing managers’ index (PMI) Manufaktur Indonesia yang menguat ke level 51,7 pada November 2023 dari 51,5 pada Oktober 2023. Kenaikan ini mengindikasikan produksi dalam negeri kembali naik.

Ada pula data inflasi yang mencatatkan kenaikan dari 2,86% year-on-year (YoY) di November 2023 dari 2,56% yoy di Oktober 2023. Secara bulanan, inflasi tercatat

0,38% month-on-month (MoM) di November 2023 dari 0,17% MoM di Oktober 2023.

Meskipun mencatatkan kenaikan, namun inflasi ini masih dalam batas wajar dari target BI di 3,0% ±1%.  “BI diyakini kembali menahan suku bunga acuan di pertemuan Desember 2023,” kata Rio, Minggu (3/12).

Dari eksternal, pada pekan depan akan rilis beberapa data ekonomi penting seperti pertumbuhan ekonomi di wilayah Eropa yang diperkirakan akan kontraksi ke -0,1% pada kuartal III-2023 dari kuartal sebelumnya di 0,2%. Jerman akan merilis data inflasi yang diperkirakan turun ke 3,2% YoY dari sebelumnya di 3,8% YoY.

Dus, dia memproyeksi IHSG akan bergerak di rentang support 6.950 dan resistance 7.050 pada perdagangan Senin (4/12). Saham pilihan alias top picks di Senin (4/12) meliputi saham KLBF, AUTO, JPFA, BIRD, SMGR, MYOR, dan BNGA.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)