Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Begini Rekomendasi Saham untuk Hari Ini (4/12), IHSG Diproyeksi Lanjut Melemah

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,29% ke level 7.059,906 pada perdagangan Jumat (1/12). Analis memperkirakan, IHSG melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini (4/12)

Analis Phintraco Sekuritas Rio Febrian memprediksi, IHSG akan melemah ke level 7.050, yang didukung dari stochastic RSI yang sudah berada di overbought area serta positive slope pada MACD.

Ada sejumlah sentimen yang mempengaruhi gerak IHSG besok. Dari dalam negeri, pasar mencermati rilis data purchasing managers’ index (PMI) Manufaktur Indonesia yang menguat ke level 51,7 pada November 2023 dari 51,5 pada Oktober 2023. Kenaikan ini mengindikasikan produksi dalam negeri kembali naik.

Ada pula data inflasi yang mencatatkan kenaikan dari 2,86% year-on-year (YoY) di November 2023 dari 2,56% yoy di Oktober 2023. Secara bulanan, inflasi tercatat

0,38% month-on-month (MoM) di November 2023 dari 0,17% MoM di Oktober 2023.

Meskipun mencatatkan kenaikan, namun inflasi ini masih dalam batas wajar dari target BI di 3,0% ±1%.  “BI diyakini kembali menahan suku bunga acuan di pertemuan Desember 2023,” kata Rio, Minggu (3/12).

Dari eksternal, pada pekan depan akan rilis beberapa data ekonomi penting seperti pertumbuhan ekonomi di wilayah Eropa yang diperkirakan akan kontraksi ke -0,1% pada kuartal III-2023 dari kuartal sebelumnya di 0,2%. Jerman akan merilis data inflasi yang diperkirakan turun ke 3,2% YoY dari sebelumnya di 3,8% YoY.

Dus, dia memproyeksi IHSG akan bergerak di rentang support 6.950 dan resistance 7.050 pada perdagangan Senin (4/12). Saham pilihan alias top picks di Senin (4/12) meliputi saham KLBF, AUTO, JPFA, BIRD, SMGR, MYOR, dan BNGA.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini