Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Begini Rekomendasi Saham untuk Hari Ini (4/12), IHSG Diproyeksi Lanjut Melemah

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,29% ke level 7.059,906 pada perdagangan Jumat (1/12). Analis memperkirakan, IHSG melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini (4/12)

Analis Phintraco Sekuritas Rio Febrian memprediksi, IHSG akan melemah ke level 7.050, yang didukung dari stochastic RSI yang sudah berada di overbought area serta positive slope pada MACD.

Ada sejumlah sentimen yang mempengaruhi gerak IHSG besok. Dari dalam negeri, pasar mencermati rilis data purchasing managers’ index (PMI) Manufaktur Indonesia yang menguat ke level 51,7 pada November 2023 dari 51,5 pada Oktober 2023. Kenaikan ini mengindikasikan produksi dalam negeri kembali naik.

Ada pula data inflasi yang mencatatkan kenaikan dari 2,86% year-on-year (YoY) di November 2023 dari 2,56% yoy di Oktober 2023. Secara bulanan, inflasi tercatat

0,38% month-on-month (MoM) di November 2023 dari 0,17% MoM di Oktober 2023.

Meskipun mencatatkan kenaikan, namun inflasi ini masih dalam batas wajar dari target BI di 3,0% ±1%.  “BI diyakini kembali menahan suku bunga acuan di pertemuan Desember 2023,” kata Rio, Minggu (3/12).

Dari eksternal, pada pekan depan akan rilis beberapa data ekonomi penting seperti pertumbuhan ekonomi di wilayah Eropa yang diperkirakan akan kontraksi ke -0,1% pada kuartal III-2023 dari kuartal sebelumnya di 0,2%. Jerman akan merilis data inflasi yang diperkirakan turun ke 3,2% YoY dari sebelumnya di 3,8% YoY.

Dus, dia memproyeksi IHSG akan bergerak di rentang support 6.950 dan resistance 7.050 pada perdagangan Senin (4/12). Saham pilihan alias top picks di Senin (4/12) meliputi saham KLBF, AUTO, JPFA, BIRD, SMGR, MYOR, dan BNGA.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025