Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Prospek HM Sampoerna (HMSP) Diprediki Cerah, Cermati Rekomendasi Analis

 

Prospek PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) dinilai lebih baik dibandingkan kompetitor di tier-nya. Hal ini didukung pertumbuhan produk sigaret kretek tangan (SKT) seiring kenaikan cukai yang lebih rendah dan IQOS sebagai 'game changer'.

Analis Bahana Sekuritas Christine Natasya mengatakan Kementerian Keuangan telah merilis peraturan mengenai tarif cukai tembakau untuk tahun 2023 dan 2024. Seluruh kenaikan tarif cukai per batang pada tahun 2024 akan disesuaikan dengan persentase yang sama dengan tahun 2023.

Hal tersebut mendorong membuat perokok berpenghasilan tinggi beralih ke rokok elektrik, terutama IQOS HMSP yang akan diuntungkan.

"Selain itu juga menguntungkan SKT karena perokok berpenghasilan rendah akan beralih ke SKT," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa

Christine mencatat, kenaikan cukai per batang SKT yang lebih kecil dibandingkan dengan SKM dan SPM, sehingga terdapat peningkatan permintaan SKT. Tren itu terlihat dari pertumbuhan pendapatan SKT HMSP hingga kuartal III-2023 sebesar 30,5% secara tahunan (YoY), mengungguli pesaingnya, GGRM yang tumbuh 5,1%.

Ia melihat, perusahaan-perusahaan yang memiliki porsi SKT lebih besar terhadap total pendapatan akan mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan volume penjualan SKT secara industri. Ini sebagai akibat dari tarif cukai yang relatif lebih rendah baik secara historis maupun kemungkinan di tahun 2024.

Adapun HMSP mencatat kontribusi pendapatan SKT sebesar 29,4% dari total pendapatan hingga kuartal III 2024. "Kami juga berpendapat bahwa merek SKT Dji Sam Soe milik HMSP memiliki posisi yang baik di pasar karena perokok kelas atas menilai merek tersebut sebagai merek SKT yang lebih mapan," jelasnya.

Terlebih Christine memandang, HMSP memiliki target pasar yang baik di antara perokok berpenghasilan menengah ke atas, yang kurang responsif terhadap kenaikan harga. Sehingga perseroan dinilai memiliki fleksibilitas yang lebih baik untuk meningkatkan rata-rata harga jualnya (ASP).

"Kami juga melihat IQOS sebagai game-changer potensial bagi HMSP ke depannya, meskipun kontribusinya saat ini masih kecil terhadap pendapatan, sekitar 2%," sambungnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)