Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Penentuan Cawapres, NasDem Tak Ingin Anies Baswedan Dikawin Paksa

 


 Jakarta Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya, mengatakan pihaknya dalam menentukan capres dan cawapres banyak pertimbangan yang akan dibahas.

Hal ini menjawab pertanyaan terkait adanya wacana keinginan parpol lain mengusung Ganjar Pranowo berduet dengan Prabowo Subianto.

"Ya tentu banyak pertimbangan, pertimbangan tidak hanya faktor elektoral tapi juga kualitatif. Elektoral penting? penting. Tapi tidak semata-mata elektoral. Karena kan itu survei saat ini, ketika dia berpasangan dalam situasi riil, itu akan berbeda lagi," kata Willy, saat diwawancarai di NasDem Tower, Jakarta, Selasa 22 November 2022.

"Itu yang kemudian menjadi, kalau seseorang magnetnya capres lalu kemudian jadi cawapres itu akan berbeda lagi, kondisi itu kan akan jadi preferensi. Nah siapa yang akan menjadi magnet utamanya tentu itu yang menjadi daya ungkitnya," sambungnya.

Sehingga, Partai NasDem yang saat ini telah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal Capres 2024 tidak ingin buru-buru dan tak ingin kawin paksa.

"Bagi NasDem dan teman-teman di koalisi perubahan tentu berbicara preferensi kami inginkan itu dwitunggal, itu bagaimana saling melengkapi, bagaimana faktor-faktor ya tidak kawin paksa dan tidak dijodohkan. Itu aja," jelas Willy.

Kendati demikian, meskipun duet Prabowo-Ganjar kian mencuat dan menurut beberapa lembaga survei mampu mengalahkan pasangan lain di Pilpres 2024, NasDem tetap tak gentar memajukan Anies.

"Kalau peluang nanti kita lihat. Kalau sudah dideklarasikan sekali layar terkembang sulit kita bertantanglah," imbuh Willy.

Wacana Duet Ganjar dan Prabowo

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani buka suara soal kemungkinan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan berduet dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.

"Ya waktu tentu saja berjalan, nanti akan sama-sama kita ikuti dengan siapa Pak Prabowo akan menjadi presiden dan dengan siapa Pak Prabowo akan berpasangan dalam hal memilih wakil presiden," kata Muzani, kepada wartawan di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (21/11/2022).

Lanjut, kata Muzani, hingga saat ini Partai Gerindra dan PKB belum membahas terkait calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan diusung. Sebab, masing-masing ketua umum partai menginginkan posisi capres di Pemilu 2024.

"Sampai sekarang koalisi ini belum berbicara tentang siapa calon presidennya dan siapa calon wakil presidennya. Untuk memutuskan siapa calon presiden dan siapa calon wakil presiden, keduanya sepakat ditentukan oleh kedua ketua umum," ungkapnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia

RLCO Resmi IPO di BEI, Saham Langsung ARA Naik 34,52%, Hari Ini (9/12) Beli/Jual?