Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Moeldoko Luncurkan Buku Berjudul M-Leadership, Berani Memimpin

 


Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko meluncurkan bukunya berjudul "M-Leadership, Berani Memimpin", Kamis 10 November 2022.

Dia mengatakan, buku tersebut merupakan kombinasi kepemimpinan Militer, Bisnis, dan Sipil.

Konsep tersebut dihasilkan dari perjalanan kepimpinanannya saat menjadi Panglima TNI 2013-2015, menekuni dunia bisnis selepas pensiun, dan sebagai Kepala Staf Kepresidenan hingga saat ini.

"Di dalam ketiga dunia ini saya menemukan irisan penting, yakni efisiensi untuk memenangkan kompetisi dan berani untuk tak mau kalah dari yang lain," kata Moeldoko dikutip dari siaran persnya, Jumat (11/11/2022).

Dia menyebut model kepemimpinan M-Leadership berisi 3 M, yakni Move, Motivate, and Make A Difference. Moeldoko menjelaskan, move sebagai lompatan-lompatan penting untuk menggapai kemajuan.

Kemudian, motivate untuk melawan rasa takut pada diri para pemimpin. Sementara itu, make a difference berupa langkah-langkah inovasi yang bisa dilakukan secara nyata.

"Mengapa harus move dulu baru motivate, karena selama ini banyak pemimpin yang memotivasi tapi tidak bergerak. Bagi saya harus bergerak dulu dengan berbagai pertimbangan, baru setelah itu kita memotivasi dan membuat perbedaan," jelas Moeldoko.

Jadi Referensi

Menteri Pertahanan 2009-2014 Purnomo Yusgiantoro menilai buku yang ditulis oleh Moeldoko bisa menjadi referensi dalam pembelajaran kepemimpinan di perguruan tinggi. Menurut dia, buku ini berisi konsep-konsep dasar kepimpinanan.

"Dan akan saya jadikan referensi mengajar leadership di Unhan," ucap Purnomo Yusgiantoro.

Purnomo menuturkan seorang pemimpin yang hebat, adalah pemimpin yang bisa memimpin dirinya sendiri. Hal itu, kata dia, dibuktikan oleh Moeldoko, dengan banyaknya prestasi yang dicapai baik saat menempuh pendidikan di Akademi Militer (Akmil) atau saat sudah bertugas.

Di mata Purnomo, Moeldoko merupakan sosok pemimpin yang tegas dan berani. Dia menceritakan bahwa Moeldoko berani merobohkan mercusuar negara tetangga yang mengklaim wilayah Indonesia.

"The Brave Man Make Decision, itulah pak Moeldoko," tutur dia.

Sebagai informasi, Buku "M-Leadership, Berani Memimpin" karya Jenderal TNI (Purn) Moeldoko berisi 267 halaman, dan terdiri dari 12 Bab. Buku dengan kata pengantar yang ditulis Hermawan Kertajaya ini, memuat pengalaman dan pemikiran Moeldoko soal kepemimpinan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia

RLCO Resmi IPO di BEI, Saham Langsung ARA Naik 34,52%, Hari Ini (9/12) Beli/Jual?