Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Ketika Anies Baswedan Bandingkan Sepak Bola dengan Demokrasi soal Langkah Politik

 


Bakal Calon Presiden Partai NasDem Anies Baswedan membandingan pertandingan sepak bola dengan demokrasi, untuk menggambarkan plangkah politiknya.

Hal ini disampaikannya dalam Forum Bimbingan dan Teknis Fraksi NasDem DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di JCC Senayan, Jakarta, Kamis 10 November 2022.

Dia menuturkan, sepak bola hanya mencari kemenangan, sedangkan kompetisi di demokrasi membawa sebuah misi yang harus dilaksanakan.

"Perbedaan antar sebuah kompetisi sepak bola olahraga dengan kompetisi demokrasi, ada perbedaan yang sangat menyolok, kalau dalam kompetisi olahraga maka kita utamakan targetnya, begitu target tercapai maka pesta dilakukan dan seluruh kegiatan berhenti selesai ini target tercapai," kata Anies.

"Bertanding 90 menit lalu menang, piala kebanggan seluruh penonton dan kita kemudian pulang ke rumah masing-masing pekerjaan selesai," sambungnya.

Anies melanjutkan, dalam kompetisi politik yang dibawa adalah misi yang diemban. Sebab, tujuan misi untuk dilaksanakan, bukan sekadar target untuk dicapai.

"Dan ketika meraih kemenangan bukan kemudian selesai. Justru ketika meraih kemenangan disitu lah mulai dilaksanakan. Itu lah bedanya proses kompetisi olahraga dengan proses kompetisi politik," kata Anies.

"Misi itu kita tidak bisa laksankan kalau kita tidak menang. Betul? Karena itu lah kita bawa misi. Jadi bukan sekedar target-target tertentu. Misi itu lebih baik misi untuk dilaksanakan dan misinya tercapai," sambungnya.

Ucapkan Terima Kasih

Lebih lanjut, Anies menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi seluruh kader partai NasDem yang telah mempercayakan dirinya untuk diusung sebagai calon presiden. Kepada Ketum NasDem Surya Paloh, Anies pun mengatakan akan berupaya menjalankan amanah itu.

"Pada tanggal 2 Oktober kemarin ketum Bang Surya ambil keputusan saya sampaikan pada waktu itu. Tanggal 2 sekitar jam 15.00 WIB sore ngobrol dengan DPP saya sampaikan Bang Surya bismilah amanah ini diterima," kata Anies.

"Dan seperti yang diktakan ini tidak bisa diperjuangkan sendirian ini bukan misi satu orang ini adalah misi bersama-sama bukan sekadar partai NasDem tapi untuk bangsa Indonesia. Jadi ketika sekarang bertemu sama-sama kita mesti sinkronkan ini," kata dia. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia

RLCO Resmi IPO di BEI, Saham Langsung ARA Naik 34,52%, Hari Ini (9/12) Beli/Jual?