Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Kebakaran di Kebayoran Lama: 200 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal, 28 Pasien Dievakuasi

 


Sebanyak 50 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal usai kebakaran terjadi di Jalan Raya Kebayoran Lama, Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Minggu (30/10/2022).

Plt Camat Kebon Jeruk Joko Suparno menerangkan, para korban kebakaran Kebayoran Lama yang terdampak diungsikan sementara ke Kantor BPS Jakarta Pusat.

Korban Alhamdulillah selamat semua. Kita bangun posko, semuanya terlibat dari unsur polisi, TNI, Pemkot, PMI dan stakeholder lainnya. Kemudian kita tadi koordinasi dengan Suku Dinas Sosial bantuan nanti kita siapkan 200 boks makanan siap saji," kata Joko dalam keterangannya, Jakarta, Minggu (30/10/2022).

Dia menerangkan, api melalap bangunan yang berdiri di lahan seluas 1.470 meter persegi.

Adapun, yang hangus terbakar 6 unit rumah, 13 unit kontrakan dan 40 lapak pedagang.

"Total 50 kepala keluarga dengan total 200 jiwa (yang terdampak)," ujar dia.

Terpisah, Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakbar Syarifudin menerangkan, proses pemadaman sempat mengalami kendala.

Dia menyebut, sumber air sulit dijangkau. Ditambah lagi, bahannya mudah terbakar sehingga membuat api dengan cepat membesar.

"Ini dia kendala kami. Sumber air jauh sekali. Kemudian di RS pompanya kurang berfungsi," ujar dia.

Sebanyak 41 unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi guna mencegah terjadi penjalaran ke bangunan rumah sakit. Informasi diterima, 28 pasien dievakuasi karena adanya asap tebal yang masuk ke dalam.

"Saya dapat datanya terakhir 28 pasien sudah dievakuasi di depan rumah sakit yakni di masjid. Satu pasien dibawa ke RS Pelni karena katanya sakitnya agak berat dan tidak mungkin dievakuasi ke masjid," ujar dia.

Karena api besar sekali dan sangat mungkin untuk api ke Rumah Sakit. Tapi Alhamdulillah dengan pengerahan unit, bisa dicover hanya genset saja yang terbakar," sambung dia.

Sementara itu, Syarifudin menyebut penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan.

"Dugaan awal kita masih koordinasi dari pihak terkait. Kami masih belum tahu. Ini masih proses pendinginan," tandas dia.

Pantauan Merdeka, lokasi persis kebakaran itu ada di Jalan Martaib 1, Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Di lokasi, sejumlah petugas pemadam kebakaran masih berjaga untuk melakukan pendinginan di lokasi kebakaran. Asap putih yang cukup tebal juga masih menyelimuti kawasan tersebut serta hawa panas masih terasa.

Beberapa warga yang rumahnya terbakar tampak mengais sisa-sisa rumahnya berharap beberapa barang masih bisa diselamatkan dari lahapan si jago merah.

Menurut kesaksian warga, api tersebut muncul dari salah satu kontrakan yang tidak jauh dari rumahnya yang disebabkan karena konsleting listrik. Terlebih pada saat kebakaran angin yang cukup kencang dan bangun sekitar semi permanen dan padat penduduk menyebabkan kebakaran cepat merambat.

"Kebakaran terjadi sekitar jam 13.00 tadi Api begitu cepat tadi kebakarannya, kawasan rumah disini juga bangunan semi permanen yang cuman kaya triplek dan kayu kayu gitu," ungkap Arifin salah satu korban kebakaran di lokasi, Minggu (30/10).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini