Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Putus Mata Rantai Generasi Sandwich Lewat Investasi

 


Fenomena “sandwich generation” atau generasi sandwich masih menjadi topik menarik untuk diurai. Fenomena ini pada dasarnya merujuk pada seseorang yang memiliki peran ganda untuk bertanggung jawab atas kehidupan generasi di atasnya, yakni orangtua atau keluarga yang membesarkannya, dan generasi di bawahnya, yaitu anak-anak alias keluarga yang sedang ia besarkan.

 

Posisi ini cukup sulit bagi kebanyakan orang karena harus membiayai tiga generasi sekaligus pada waktu bersamaan. Untuk itu, mata rantai generasi sandwich harus diputus. Lalu, bagaimana caranya?

 

Mengutip Bibit.id, Sabtu (22/10/2022), pertama-tama perlu disadari bahwa konsistensi dalam berinvestasi merupakan cara yang paling ampuh agar bisa mempersiapkan diri dalam menjawab kebutuhan keuangan yang berbeda-beda di masa mendatang. Termasuk mempersiapkan dana pensiun agar tidak membebani generasi berikutnya.

 

Dalam hal ini, Bibit menawarkan fitur Nabung Rutin. Filosofi di balik fitur ini adalah metode Dollar Cost Averaging (DCA), sebuah metode sederhana untuk menginvestasikan jumlah uang yang sama pada periode tertentu, misanya setiap bulan atau setiap minggu.

 

Pada investasi reksa dana, metode DCA memungkinkan pembelian unit yang lebih banyak saat harga turun dan lebih sedikit pada waktu harga naik. Catatan saja, investasi sebaiknya dibarengi dengan tujuan yang jelas. Sehingga bisa disesuaikan dengan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk investasi sekaligus menakar profil risiko masing-masing.

 

Untuk yang satu ini, Bibit menawarkan Robo Advisor Bibit yang teruji secara ilmiah serta bisa dimanfaatkan secara gratis untuk membatu menyusun portofolio investasi sesuai profil risiko masing-masing. Selanjutnya, ada juga fitur Goal Setting yang dapat digunakan untuk menjadikan investasi lebih terarah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini