Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Kalbe Farma Caplok 100 Persen Saham Aventis Pharma

 


PT Kalbe Farma Tbk Tbk (KLBF) caplok 100 persen saham PT Aventis Pharma. Hal ini setelah perseroan teken perjanjian pembelian saham dengan PT Usaha Minidin Raya pada 20 Oktober 2022.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (25/10/2022), PT Kalbe Farma Tbk dan PT Usaha Minidin telah menandatangani perjanjian pembelian saham untuk mengalihkan kepemilikan saham Aventis Pharma milik Usaha Minidin kepada perseroan.

Melalui transaksi tersebut, perseroan akan peroleh 20 persen kepemilikan atas PT Aventis Pharma. Perseroan sebelumnya telah menandatangani perjanjian pembelian saham dengan Sanofi Aventis Participations dan Hoechst GMBH pada 22 Juli 2022 untuk ambil alih 80 persen kepemilikan pada PT Aventis Pharma.

"Dengan demikian, secara keseluruhan perusahaan telah menandatangani perjanjian pembelian saham atas 100 persen saham PT Aventis Pharma,” tulis manajemen perseroan.

Adapun transaksi tersebut diharapkan berdampak positif terhadap kinerja perseroan terutama divisi obat resep. “Penyelesaian transaksi tersebut masih bergantung pada pemenuhan beberapa persyaratan pada perjanjian pembelian saham,” tulis perseroan.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa, 25 Oktober 2022, saham KLBF naik 0,25 persen ke posisi Rp 2.000 per saham.

Saham KLBF dibuka naik 15 poin ke posisi Rp 2.020 per saham. Saham KLBF berada di level tertinggi Rp 2.070 dan terendah Rp 1.975 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.921 kali dengan volume perdagangan 487.896 saham. Nilai transaksi Rp 98,6 miliar.

Sebelumnya, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) telah merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 282 miliar pada paruh pertama 2022.

Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma, Lukito Kurniawan Gozali mengatakan, sebagian besar belanja modal tahun ini dialokasikan untuk pemeliharaan alat produksi.

“Realisasi capex Rp 288 miliar untuk semester I 2022. Kita target capex tahun ini Rp 1 triliun. Tahun depan juga Rp 1 triliun,” kata Lukito dalam Public Expose Live 2022, Selasa (13/8/2022).

Secara keseluruhan, sebesar Rp 300-400 miliar dari belanja modal dialokasikan untuk biaya pemeliharaan alat produksi atau maintenance. Seemntara sisanya akan digunakan untuk mendanai proyek-proyek kecil di masa mendatang.

Di tengah kondisi ekonomi yang mulai kembali pulih dan ekspektasi transisi Covid-19 ke arah endemi, perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih hingga akhir tahun masing-masing tumbuh 11–15 persen yoy. Optimisme Perseroan untuk tumbuh mendorong Perseroan terus konsisten melakukan aktivitas riset dan pengembangan.

Walaupun menghadapi ketidakpastian yang meningkat karena krisis geopolitik global, perseroan berupaya menjaga ketersediaan produk dan meminimalkan dampak kenaikan harga bahan baku dengan melakukan efisiensi biaya dan strategi pengelolaan harga.

"Perseroan menggabungkan strategi pengelolaan portofolio produk, mengelola efektivitas kegiatan penjualan dan pemasaran, melakukan transformasi pemanfaatan teknologi digital, serta mengendalikan biaya-biaya operasional lainnya untuk mempertahankan tingkat laba usaha,” ungkap Lukito.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini