Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Bos Facebook Mark Zuckerberg Beli Lahan di Hawaii Rp765 M

 

Pendiri Facebook Mark Zuckerberg dan istrinya, Priscilla Chan dilaporkan telah membeli lahan seluas 600 hektar di Hawaii senilai US$53 juta atau Rp765,4 miliar (kurs Rp14.441). Zuckerberg membeli lahan yang ada di tepi pantai di Kauai 's Larsen dari Waioli Corporation.

Laporan menyebut sebuah jalan yang mencapai pantai tidak termasuk dalam penjualan dan tetap menjadi jalan publik.

Melansir Independent, lahan yang dikenal dengan nama 'Lepeuli ahupua'a' menampung beberapa terumbu karang, laut, burung, flora, dan koleksi sejarah di habitat aslinya yang tidak berubah.

 

Presiden Waioli Corporation Sam Pratt mengatakan Mark dan Priscilla akan bertindak sebagai pengurus Lepeuli yang bertanggung jawab saat ini dan di masa depan. Pembelian tersebut membuat kepemilikan tanah Zuckerberg di Hawaii menjadi 1.300 hektar.

Zuckerberg pernah membeli lahan seluas 700 hektar di Kauai pada tahun 2015, tetapi mengalami masalah dengan sejumlah keluarga yang memiliki lahan di dalam perkebunan tersebut.

Pemiliknya dikenal sebagai 'keluarga kamaaina' atau keturunan keluarga asli Hawaii yang telah mewarisi tanah tanpa akta resmi.

Ke depan, Zuckerberg dan istrinya berniat mengembangkan peternakan di beberapa tanah yang sudah mereka miliki. Mereka bermaksud untuk 'memperhatikan' upaya konservasi Waioli Corp.

"Waioli melakukan pekerjaan penting untuk mempromosikan konservasi dan pelestarian budaya dan kami memperhatikan warisan mereka terkait dengan tanah ini," kata Chan dan Zuckerberg dalam pernyataan bersama.

Melansir Mansion Global, Zuckerberg dan istrinya membeli tanah itu dalam tiga transaksi terpisah. Tanah itu dibeli melalui Lepeuli LLC, yang terdaftar di Delaware dan terikat dengan perseroan terbatas di San Francisco, Square Seven Management.

Perusahaan itu dikendalikan oleh Iconiq Capital, sebuah perusahaan investasi yang berspesialisasi dalam menasihati eksekutif teknologi, termasuk Zuckerberg.

Menurut Forbes, kekayaan bersih Zuckerberg dan Chan mencapai US$117 miliar atau Rp1.689 triliun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025