Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

3 Fenomena Langit Awal Pekan Mei 2021, Ada Hujan Meteor

 

Sejumlah fenomena astronomi dilaporkan akan berlangsung pekan awal Mei 2021. Fenomena yang terjadi mulai dari konjungsi hingga hujan meteor.

 

Berikut fenomena langit yang berlangsung pekan ini:

3-6 Mei: Konjungsi Triple Bulan-Jupiter-Saturnus

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional melaporkan Bulan akan mengalami konjungsi triple dengan Jupiter dan Saturnus selama empat hari sejak tanggal 3 hingga 6 Mei 2021.

Fenomena itu dapat disaksikan sejak pukul 02.00 waktu setempat hingga berakhirnya fajar bahari 20-24 menit sebelum terbit Matahari dari ara Timur-Tenggara.

Lapan menyebut kecerlangan Jupiter ketika konjungsi tripel bervariasi dari -2,21 hingga -2,23. Kecerlangan Saturnus juga bervariasi antara 0,65 hingga 0,64. Sementara itu, Bulan akan bercahaya dengan iluminasi antara 60,9 persen hingga 29,8 persen.

"Konjungsi tripel ini akan terulang lagi pada 30 Mei-3 Juni mendatang," kata Lapan.

4 Mei: Fase Bulan Perbani Akhir

Lapan menyampaikan fase perbani akhir adalah salah satu fase Bulan ketika konfigurasi antara Matahari, Bumi, dan Bulan membentuk sudut siku-siku (90 derajat) dan terjadi setelah fase Bulan purnama.

Puncak fase perbani akhir akan terjadi pada pukul 02.50.06 WIB. Sehingga, Bulan perbani akhir itu dapat disaksikan ketika terbit sekitar tengah malam dari arah Timur-Tenggara.

"Bulan berjarak 383.017 km dari Bumi dan berada di sekitar konstelasi Capriconus," kata Lapan.

6 Mei: Puncak Hujan Meteor Eta Aquarid

Hujan meteor Eta Aquarid dilaporkan aktif sejak 19 April hingga 28 Mei. Puncak aktivitasnya akan terjadi pada 6 Mei pukul 09.00 WIB.

Hujan meteor itu dinamai berdasarkan titik radian )titik asal munculnya hujan meteor) yang terletak di konstelasi Aquarius. Hujan Meteor Eta Aquarid berasal dari sisa debu komet Halley yang mengorbit Matahari setiap 76 tahun sekali.

Selain Eta Aquarid, hujan meteor Orionid yang terjadi pada bulan oktober juga berasal dari sisa debu komet Halley. Hujan meteor itu merupakan salah satu diantara beberapa hujan meteor lain yang dinantikan setiap tahun, selain Leonid, Geminid, Lyrid, dan Perseid.

Melansir Plenetarium Jakarta, hujan meteor Eta Aquarid dapat diamati setoa harinya dari pukul 01.26 WIB hingga terbit Matahari pukul 05.53 WIB.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025